spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAManfaatkan ADD, Desa Tuananga Salurkan Bibit Jagung Gratis ke Warga

Manfaatkan ADD, Desa Tuananga Salurkan Bibit Jagung Gratis ke Warga

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Jagung tetap jadi komoditas utama Desa Tuananga Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bahkan Pemdes berkontribusi membantu dalam bentuk bibit gratis.

Kepala Desa Tuananga, Kecamatan Poto TanoHamzah, SE, menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi sumber utama perekonomian masyarakat setempat.

“90 persen lebih warga Desa Tuananga bekerja sebagai petani,” kata Hamzah Rabu, 19 November 2025.

Menurut Hamzah, pihaknya telah menyiapkan program distribusi bibit jagung bagi warga melalui pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD).

Program tersebut dirancang untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor tanaman pangan.

Kepala Desa menjelaskan bahwa setiap keluarga akan mendapatkan bantuan bibit jagung sebanyak lima kilogram per tahun satu kali tanam.

“Program kami pembagian bibit minimal 5 kilo satu keluarga, bibit jagung pakai Alokasi Dana Desa (ADD),” ujarnya.

Hamzah juga menargetkan peningkatan produktivitas pertanian jagung di wilayahnya agar dapat dilakukan dua kali tanam dalam setahun.

“Harapan saya di wilayah saya sekarang bisa dua kali dalam setahun. Bulan lima tanam, bulan dua belas panen, dan bulan lima tanam lagi,” ungkapnya.

Selain jagung, sebagian masyarakat juga menggantungkan penghasilan dari pertanian rumput laut. Namun, sektor ini tengah menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

“Pertanian rumput laut sebagai sampingan. Harga turun tidak terlalu bagus. Hasil koordinasi kami dengan Dinas Perikanan Kabupaten, rumput laut mengalami kerontokan karena faktor cuaca,” tuturnya.

Percepatan Pembangunan

Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis sesuai arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB.

Kepala Bappeda NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M.Si mengatakan, RPJMD NTB tahun 2025, dijabarkan dalam tujuh misi pembangunan daerah dengan 10 program unggulan. Di mana di dalamnya terdapat tiga isu prioritas.

Tiga isu prioritas itu adalah pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

“RPJMD ini dihajatkan untuk menjawab segala persoalan yang ada di NTB. Misalnya, tantangan seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan, ketenagakerjaan, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya,” kata Iswandi.

RPJMD NTB tahun 2025-2029 sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. Visi yang akan dicapai adalah “bangkit bersama menuju NTB provinsi kepulauan yang makmur mendunia.”

Selain itu, dukungan dalam RPJMD tersebut juga difokuskan pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan sebagainya.

Pelaksanaan program pembangunan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini diarahkan untuk menjawab target dan indikator RPJMD. Pemerintah memastikan agar kebijakan pembangunan tetap berjalan secara terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“RPJMD menjadi panduan kita bersama dalam melaksanakan program pembangunan. Setiap OPD wajib menyelaraskan kegiatan agar semua sektor bergerak menuju satu arah: kesejahteraan masyarakat NTB,” ujarnya.

Pada sektor infrastruktur, Pemprov NTB terus mengakselerasi pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi, peningkatan kualitas jembatan, serta memperluas akses konektivitas antar wilayah.

Program ini diharapkan mampu memperkuat arus distribusi barang dan jasa sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara pada sektor kesehatan, Pemprov NTB berkomitmen meningkatkan layanan dasar di seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit daerah maupun puskesmas. Pemerintah juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.

Sedangkan pada sektor pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Termasuk program desa berdaya yang menyasar ribuan desa di NTB.

“Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga manusia. Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan RPJMD,” tegasnya. (r)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO