spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAMKD, Garda Depan Mediasi Konflik Horizontal

MKD, Garda Depan Mediasi Konflik Horizontal

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD), menjadikan Majelis Krama Desa (MKD) sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan konflik sosial. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, kompetensi MKD ditingkatkan melalui pelatihan melibatkan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menegaskan MKD mempunyai tugas pokok di antaranya menjaga kearifan-kearifan lokal yang ada di desa masing-masing serta mengedepankan asas keagamaan, budaya dalam menyelesaikan suatu masalah. Figur terpilih untuk menduduki MKD adalah tokoh terpercaya dan diberi kehormatan besar, karena memiliki peran besar dalam membantu pemerintah menyelesaikan masalah di tingkat bawah.

“MKD akan menjadi benteng untuk menjaga moral masyarakat Lombok Utara khususnya, di desa dari berbagai permasalahan seperti Narkoba,pencegahan perkawinan anak, kekerasan pada anak serta masalah lainnya,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Dalam MKD tokoh yang bertugas secara langsung berstatus tokoh agama, budaya atau adat serta tokoh pemerintah di masyarakat. “Jika semua berkolaborasi bekerja sama dengan baik, masyarakat kita akan terhindar dari berbagai suatu permasalahan,” ujar Bupati optimis.

Sementara, Kepala Dinas P2KBPMD KLU Atmaja Gumbara, mengatakan bahwa tujuan diadakan kegiatan peningkatan kapasitas yakni untuk meningkatkan kompetensi, kualitas, kemampuan bekerja bagi Kepala desa serta MKD.

“Bahwa MKD ini mempunyai peran yang sangat vital yakni dalam menyelesaikan permasalah sengketa di Lombok Utara khususnya di tengah masyarakat di masing-masing desa,” katanya.

Atmaja menyebut, beberapa minggu yang lalu kegiatan serupa pernah diadakan dengan peserta dari MKD serta kepala desa dengan materi mediator bersertifikat Makamah Agung.

Dirinya memandang, penyelesaian konflik sosial dan permasalahan antarwarga di tingkat desa seringkali membutuhkan pendekatan yang bijak, berkeadilan, dan mengutamakan musyawarah. Di sinilah pentingnya peran mediator-yaitu individu yang memiliki kompetensi, netralitas, dan kemampuan komunikasi dalam membangun kesepahaman. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO