spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATPembenahan TPA dan IPLT Batu Putih Diapresiasi BPBPK NTB

Pembenahan TPA dan IPLT Batu Putih Diapresiasi BPBPK NTB

Taliwang (Suara NTB) – Pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terhadap fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Batu Putih mendapat apresiasi dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTB.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB, Saiful Muslimin, mengatakan Kepala BPBPK NTB, Dades Prinandes dalam kunjungannya telah melihat langsung fasilitas TPA dan IPLT Batu Putih. Tanggapan positif diberikan kepada Pemda KSB karena dianggap bertahap berhasil mengembalikan fungsi fasilitas kebersihan tersebut sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Tadi pagi kami menerima kunjungan lapangan kepala BPBPK NTB, Pak Dades Prinandes. Dan beliau bilang yang kita lakukan sudah on the track,” kata Saiful, Jumat (21/11).

Salah satu yang difokuskan BPBPK NTB dalam kunjungannya kali ini adalah keberfungsian infrastruktur TPA dan IPLT Batu Putih. Menurut Saiful, kedua fasilitas itu meski belum sepenuhnya sempurna, namun tetap dapat beroperasi sebagimana fungsinya. “Kami menyampaikan kepada Pak Dades kalau untuk pembenahan menyeluruhnya akan mulai dilaksanakan tahun depan. Dan beliau menyambut positif,” katanya.

Pembenahan menyeluruh fasilitas TPA dan IPLT Batu Putih saat ini memang tengah dirancang oleh Pemda KSB. Pasca mendapat sanksi teguran oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait pengembalian fungsi TPA ke sistem sanitary landfill, Pemda KSB melalui DLH setempat bergerak cepat melaksanakan semua rekomendasi kementerian.

Tidak butuh waktu lama. Dalam 6 bulan setelah sanksi dijatuhkan oleh KLHK, fungsi TPA Batu Putih saat ini sudah berjalan dalam sistem control landfill. Tidak lagi open dumping yang menjadi sebab TPA terbesar di KSB itu mendapat sanksi KLHK.

Menurut Saiful, sebelumnya infrastruktur TPA dan IPLT Batu Putih sudah terbangun dengan menyesuaikan fungsi idealnya. Namun dalam perjalannya, berbagai kondisi dihadapi TPA yang terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang itu sehingga fungsinya tidak dapat dimaksimalkan.

“Misal TPA-nya pernah mengalami kebakaran yang disebabkan endapan gas metan. Sejak saat itu kita akhirnya mengelola dengan sistem open damping. Tapi alhamdulillah sekarang itu sudah tidak lagi,” tegasnya.

Pada tahun 2026 mendatang, lanjut Saiful, pemerintah sudah menyiapkan upaya pembenahan fungsi menyeluruh dari fasilitas TPA dan IPLT Batu Putih. Setelah selesai, mantan Lurah Telaga Bertong ini optimis layanan infrastruktur kebersihan lingkungan tersebut akan prima. (bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO