spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaBIMABPBD Bima Gelar Apel Siaga dan Simulasi Darurat Bencana

BPBD Bima Gelar Apel Siaga dan Simulasi Darurat Bencana

Bima (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima memastikan seluruh unsur penanggulangan bencana dalam kondisi siap siaga menghadapi ancaman hidrometeorologi pada musim penghujan tahun ini.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Drs. H. Isyrah, di Bima pada Jumat, 21 November 2025 . Isyrah mengungkapkan, apel gelar pasukan dan simulasi penanganan darurat bencana yang telah dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025  di Lapangan Kara Paruga Nae, Kecamatan Bolo. Ini menjadi langkah awal untuk memantapkan kesiapsiagaan seluruh personel. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaedy, yang hadir selaku Pembina Apel.

“Kabupaten Bima merupakan daerah rawan bencana, sehingga seluruh personel harus siap siaga. Apel gelar pasukan ini menjadi langkah penting untuk memastikan koordinasi dan kesiapan semua unsur, agar kita siap menghadapi segala kemungkinan,” ujarnya.

Dalam apel tersebut, seluruh kekuatan gabungan hadir, mulai dari TNI–Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Damkar, Dinas Perhubungan, BMKG, Pos SAR Bima, Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana, Dinas Kesehatan, hingga sejumlah instansi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya.

Wabup Irfan, katanya, menekankan bahwa kesiapan personel dan peralatan menjadi faktor penentu dalam meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang kerap melanda Kabupaten Bima.

“Pengetahuan tentang tanggap darurat, rekonstruksi, dan rehabilitasi sangat penting dalam penanggulangan bencana. Jika suatu saat terjadi bencana, tim bersama masyarakat harus memahami proses evakuasi secara menyeluruh,” terangnya.

Usai apel, tim gabungan melanjutkan kegiatan dengan simulasi penanganan darurat bencana banjir bandang di Sungai Dusun Jala, Desa Nggembe, Kecamatan Bolo. Simulasi mencakup proses evakuasi korban terbawa arus, pendirian posko darurat, hingga distribusi bantuan cepat.

Menurut Isyrah, simulasi tersebut bertujuan mengukur kecepatan respons, ketepatan koordinasi, dan kesiapan peralatan. “Harapannya, ketika bencana benar-benar terjadi, penanganannya bisa lebih efektif dan masyarakat lebih tangguh menghadapi risiko,” jelasnya.

Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan langsung seluruh peralatan penanggulangan bencana, termasuk kendaraan operasional, perahu karet, alat komunikasi, hingga perlengkapan evakuasi lain. Isyrah menambahkan, pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan sejak awal November dan terus berkoordinasi dengan seluruh camat serta desa rawan bencana. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO