Praya (Suara NTB) – Politeknik Pariwisata Lombok (PPL), Jumat, 21 November 2025 mengelar aksi bersih-bersih kawasan Pantai Tanjung Aan, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Gerakan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung dan mewujudkan wisata bersih di daerah ini, sehingga bisa turut berkontribusi dalam mendorong angka kunjungan wisatawan di daerah ini.
Aksi bersih-bersih diikuti para mahasiswa dan para civitas Poltekpar Lombok bersama sejumlah relawan dan pegiat lingkungan lainnya dibantu tim kebersihan dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Dalam kegiatan tersebut sebanyak dua dump truck sampah di kawasan wisata andalan Loteng tersebut berhasil diangkut untuk kemudian dikirim ke TPA Pengengat.
Saat ini kondisi kawasan Tanjung Aan memang sedang dipenuhi sampah. Dampak dari siklus air pasang dan angin barat. Di mana banyak sampah datang dari wilayah laut dan terdampar di kawasan Tanjung Aan.
“Kegiatan bersih pantai Tanjung Aan ini bagian dari program Gerakan Wisata Bersih (GWS) yang setiap tahun digelar Poltekpar Lombok,” sebut Direktur Poltekpar Lombok Dr. Ali Muhtasom, kepada Suara NTB, di kawasan Pantai Tanjung Aan seraya menambahkan, total ada seratusan mahasiswa dan civitas Poltekpar Lombok yang terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut.
Selain di kawasan Tanjung Aan, program GWS yang tahun ini bertepatan dengan 1 dekade Poltekpar Lombok juga dilaksanakan di kawasan wisata Sembalun, Lotim. Kegiatanya juga hampir sama yakni membersihkan area bukti di sekitar jalur pendakian gunung Rinjani dari sampah. Termasuk pemasangan papan imbauan kepada pengunjung.
Bagi Poltekpar Lombok, lanjut Dr. Ali, aksi bersih-bersih tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter mahasiswa Poltekpar Lombok yang peduli pada lingkungan. Harapannya, ketika sudah wisuda nantinya, para mahasiswa Poltekpar Lombok tersebut bisa menularkan semangat peduli lingkungan bagi masyarakat sekitarnya.
Pasalnya, kebersihan merupakan salah satu elemen penting untuk terus dijaga. Terutama di kawasan wisata, karena hal itu bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk mau berkunjung ke kawasan wisata tersebut.
“Melalui gerakan ini kita juga ingin menggugah kesadaran masyarakat, utamanya masyarakat yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pariwisata untuk bersama-sama menjaga kebersihan destinasi wisata yang kita miliki,” ujarnya. (kir)


