spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATRSUD Tripat Gerung Menjadi “Pilot Project” Program SIHREN Kemenkes RI dan Bank...

RSUD Tripat Gerung Menjadi “Pilot Project” Program SIHREN Kemenkes RI dan Bank Dunia

Giri Menang (suarantb.com) – RSUD Tripat Gerung Lombok Barat dibantu sejumlah peralatan kesehatan atau Alkes senilai puluhan miliar. Alkes itu meliputi, Cathlab, CT Scan 64 Slices, Mammografi, dan Cytotoxic Drugs Cabinet. RSUD Tripat menjadi salah satu RS di Indonesia yang paling siap menerima bantuan Cathlab karena telah mempersiapkan sarana prasarananya dengan sangat baik, sehingga mendapatkan prioritas pertama yang dikirimkan Alat Cathlab, dimana alat ini didatangkan langsung dari Belanda.

Karena itu, RSUD Tripat pun ditetapkan menjadi pilot project oleh Kementerian Kesehatan dan Bank Dunia atau World Bank. Bantuan alkes ini prioritas pada pelayanan KJSU atau Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologi. Di mana RSUD Tripat sendiri menjadi salah satu Locus Prioritas dari Program KJSU-KIA Kemenkes RI.

Pada Jumat (21/11/2025), tim World Bank, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), Asian Development Bank (ADB),Islamic Development Bank (IsDB) dan tim Kemenkes turun ke RSUD Tripat untuk mengecek bantuan fisik Alkes yang telah dipasang. Mereka diterima oleh Asisten III Setda Lobar H Fauzan Husniadi, Direktur RSUD dr. H. Suriyadi Sp. An.,

Wakil Direktur Pelayanan dr. H. Kaspan, Sp. OG.,Mh.Kes., CMC.,Wadir Umum, Keuangan, dan SDM, Baiq Halimah, S.T. dan jajarannya serta Dewas RSUD Dr H Lalu Sajim Sastrawan.

Budi Perdana, MM, MPH selaku Katimker Pinjaman dan Hibah, Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes menerangkan bahwa pemberian bantuan alkes ke RSUD Tripat ini, pihak Kemenkes kerjasama dengan World Bank dan tiga bank lainnya seperti AIIB,ADB dan IsDB.

“Tujuannya untuk pemenuhan alat kesehatan fokusnya pada KJSU, bukan cuman di Lombok saja ini di seluruh Indonesia kita lakukan. Tapi memang Lobar masuk tahap pertama yang menerima,” jelas Budi.

RSUD Tripat diberikan bantuan Alkes pertama di Indonesia, karena RSUD masuk kategori siap memerima sehingga menjadi rumah sakit pertama menerima tahap awal. “Jadi kan pengiriman alat, pengadaan alat akan tergantung kesiapan dari Faskes yang sudah ready,” imbuhnya.

Disebutkan total alkes yang akan disuport ke RSUD Tripat Rp20 miliar dengan peruntukan KJSU. Terdiri dari alkes, Cath lab yang sudah dipasang di RSUD. Menyusul nanti alkes CT scan, alat nya sudah siap begitupula ruangannya tempat alat ini.

Kelebihan program ini lanjut dia, ada garansi operasional alkes ini sampai empat hingga lima tahun kedepan, sehingga pihak RSUD tidak perlu khawatir soal operasional nya. Jika rusak Alkes, nanti tim Kemenkes koordinasikan dengan vendor untuk penanganan.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Suriyadi Sp. An., mengatakan bahwa RSUD menjadi yang pertama diberikan bantuan alat ini karena dari hasil peninjauan visitasi tim Kemenkes, melihat kesiapan dari rumah sakit-rumah sakit di Indonesia, RSUD Tripat yang terbaik dalam penerimaan Alkes ini.

“Jadi ini jadi pilot project percontohan rumah sakit-rumah sakit lain di Indonesia, seperti inilah cara kita menyiapkan alkes ini,” imbuhnya.

Hal ini mengudang ketertarikan dari pihak bank luar negeri, seperti World Bank dan bank pendonor lain yakni AIIDB, ADB dan IsDB ikut melihat bantuan dana yang di turunkan ke Kemenkes bisa dipergunakan di daerah.

“Alhamdulillah mereka puas melihat hasil yang telah dilihat, mereka bahkan tidak menyangka kalau kota kecil seperti Gerung yang mereka belum kenal itu dimana, makanya mereka penasaran kesini. Kok disini malah terbaik di Indonesia, kesiapannya,” imbuhnya. Alkes yang dibantu, sebutnya seperti Cath lab, tinggal menunggu izin operasionalnya.

Alkes lain menyusul yakni CT Scan 64 Slices yang lebih canggih dari CT scan yang dimiliki RSUD sebelumnya 16 Slices. Pemenang alkes ini telah tandatangan kontrak, tinggal dikirim ke Rumah sakit. Tim juga sudah cek kesiapan fasilitas yang disiapkan pihaknya di rumah sakit. Dan pihaknya telah sesuai prosedur, dimana masukan-masukan dari Kemenkes telah dilaksanakan, terkait data listrik dan fasilitas pendukungnya.

“Tinggal kita menerima saja dari Alkes dari Kemenkes, kemungkinan Desember ini,” imbuhnya.

Selian itu alkes Mammografi dan Cytotoxic Drugs Cabinet siap akan dikirimkan, di mana khusus Mammografi pihaknya menyiapkan Faskesnya menggunakan dana BLUD RSUD sendiri. “Kalau untuk Cath lab sarana prasarananya dari DAK, begitu juga CT scane dan Cyito toxic,” imbuhnya.

Ia menyebut total anggaran dari bantuan ini mencapai 60 Miliar, itu masing-masing Alkes CT scan Rp12 miliar, Cath lab Rp18-20 Miliar dan belum lagi Alkes lain seperti Mammografi dan Cytotoxic Drugs Cabinet. Program bantuan ini lanjut dia, sampai tahun 2027. Diperkirakan bantuan ini bisa mencapai 100 Miliar. Karena dinilai dari hasil kunjungan dan pengecekan sehingga pihaknya diminta untuk mengusulkan lagi. Dan Pihaknya pun sudah mengusulkan.

Kedepan dengan tambahan Alkes ini, Pelayanan RSUD semakin lengkap sehingga mutu pelayanan akan lebih meningkat lagi. Karena selama ini, pasien jantung dirujuk ke RS Mataram dan RSUP. Dengan adanya Alkes ini tidak perlu lagi merujuk pasien, karena untuk penanganan kegawatdaruratan jantung bisa ditangani di RSUD Tripat. Lebih penting kata dia, ini bisa meningkatkan keselamatan pasien.

Terkait dengan kesiapan SDM untuk operasional dari alkes ini telah disiapkan Pihaknya. Pihaknya telah menyiapkan dua dokter spesialis jantung, satunya sudah selesai pendidikan radiologi intervensi untuk mengoperasikan Cath lab. Pihak RSUD juga memiliki dokter radiologi intervensi. Dokter Neuro intervensi juga telah disiapkan. Selain itu para perawat dan radiografer sudah dikirim untuk peningkatan kapasitas layanan.

Sementara itu, Ketua tim dari World Bank Lander Bosch menjelaskan jika pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk membantu ribuan alat kesehatan tidak hanya bagi rumah sakit, tetapi juga puskesmas di Indonesia. Ini menjadi komitmen kuat pemerintah Indonesia meningkatkan pelayanan kesehatan bagi Indonesia. “Kami di Bank Dunia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan membantu dalam bidang kesehatan antar negara,” jelasnya.

Kedatangan tim world bank dan lembaga pendanaan dunia lainnya dikatakannya ingin melihat secara langsung bagaimana implementasi program yang digagas bersama Kementerian Kesahatan RI. Terlebih Indonesia dikatakannya menjadi negara yang memiliki visi kuat memberikan pelayanan kesehatan prima. “Dan kami rasa, RSUD Tripat di Lombok Barat adalah rumah sakit pertama yang kami bantu kirimkan alat cathlab Ini untuk menangani penyakit kardiovaskular,” papar Lander.

Ia menjelaskan, selain rumah sakit nantinya pihaknya juga akan membantu kelengkapan alat kesehatan di puskesmas. “Visi ini adalah project ambisi di bidang kesehatan Indonesia. Ini akan menjadi rumah sakit percontihan yang mempersiapkan diri dengan baik untuk menerima program Kementerian Kesehatan. Ini rumah sakit yang pertaman. Bisa menjadi contoh bagi rumah sakit lain yang akan menerima program seperti ini,” imbuhnya. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO