Kota Bima (Suara NTB) – Zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bima kembali memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima, sebanyak 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menerima bantuan barang dagangan senilai Rp2,5 juta per orang.
Penyaluran bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E., di Kantor Baznas Kota Bima, pada Jumat, 21 November 2025 . Ketua Baznas Kota Bima H. A. Latif M. Saleh, S.Pd.I, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan bersumber dari zakat profesi ASN Kota Bima yang rutin dikumpulkan setiap bulan. Baznas mengonversi nilai bantuan ke dalam barang dagangan agar lebih tepat sasaran dan langsung menguatkan usaha penerima.
“Ini murni dari zakat profesi ASN Kota Bima. Bantuan kami wujudkan dalam bentuk barang dagangan supaya langsung bisa digunakan mustahik untuk menambah stok usaha,” jelasnya.
Sedangkan, Wali Kota Rahman menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang konsisten menyalurkan zakat profesinya melalui Baznas. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk menghadirkan manfaat sosial yang lebih besar bagi masyarakat.
“Ada sentuhan sebagai tanda bahwa pemerintah itu hadir. Zakat profesi ASN yang dititipkan di Baznas harus dikelola dengan baik dan disalurkan secara tepat. Saya ingin Baznas terus bergerak memperkuat zakat produktif,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa zakat produktif bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi strategi untuk membuka peluang usaha baru dan membantu mustahik meningkatkan kapasitas ekonominya. Ia berharap para penerima mampu memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.
“Harapan saya, usaha bapak ibu berkembang. Mudah-mudahan suatu hari nanti bukan lagi menjadi mustahik, tapi justru menjadi muzakki,” ujarnya.
Rahman juga mendorong seluruh instansi, termasuk OPD dan lembaga mitra, untuk terlibat dalam pendampingan lanjutan. Ia menyebut bahwa modal awal tidak akan cukup tanpa bimbingan usaha yang berkelanjutan. “Sinergi lintas sektor sangat penting agar bantuan yang diterima terus berkembang. Pendampingan harus jalan,” tambahnya.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga seluruh aset yang dibangun pemerintah sebagai wujud kecintaan terhadap Kota Bima. “Mari kita jaga bersama aset kota ini. Bapak ibu boleh benci saya, tapi jangan benci Kota Bima,” tandasnya.
Melalui optimalisasi zakat profesi ASN, Pemerintah Kota Bima berharap semakin banyak UMKM yang terbantu, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi daerah. (hir)


