spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TENGAHRata-Rata Sudah Punya Mobil, Guru di Lombok Tengah Diingatkan Jangan Malas

Rata-Rata Sudah Punya Mobil, Guru di Lombok Tengah Diingatkan Jangan Malas

Praya (suarantb.com) – Bupati Lombok Tengah (Loteng) H. Lalu Pathul Bahri, S.IP.M.AP., mengingatkan kepada para guru di Lombok Tengah untuk terus meningkatkan kinerjanya. Terutama mereka yang sudah berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru sertifikasi. Karena dengan status tersebut secara tidak langsung telah membuat para guru sudah jauh lebih sejahtera.

Buktinya, hampir 82 persen guru dan kepala sekolah (kepsek) di Lombok Tengah saat ini sudah memiliki mobil. Itu bisa menjadi salah satu pertanda kalau guru dan kepsek di Loteng sudah sejahtera. “Jadi tidak alasan lagi untuk bermalas-malasan,” ujar Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, Sabtu (22/11/2025).

Berbicara di hadapan guru dan kepsek serta pengurus PGRI Lombok Tengah pada peringatan Hari Guru di kantor PGRI Loteng, Pathul mengatakan kalau pemerintah sangat memberikan perhatian kepada para guru. Terutama dari aspek kesejateraannya. Selain memang amanah undang-undang mensejahteraan guru juga bagian dari cara pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Sebagai imbal balik guru di Lombok Tengah tentunya harus mampu memberikan kinerja terbaiknya dalam mendidik anak bangsa. Jangan malah sebaliknya, merasa sudah sejahtera justru melalaikan apa yang memang menjadi tugas utama sebagai guru.

“Pemerintah sudah begitu besar perhatiannya kepada para guru. Kesejahteraan guru juga sangat diperhatikan. Maka guru juga harus fokus menunaikan tugasnya mencerdaskan anak bangsa. Jangan malah justru bermalas-masalan,” ujarnya.

Guru di Lombok Tengah Berperan Tingkatkan Kualitas SDM

Ia menegaskan, kalau guru memainkan peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM. Bahwa sebagai agen perubahan, guru dinilai memiliki kemampuan untuk bisa merubah segalanya. Utamanya dalam merubah mind set (pola pikir) dan menjadikan masyarakat menjadi masyarakat yang terdidik.

Tanpa keberadaan dan peran guru di Lombok Tengah, mewujudkan masyarakat yang terdidik tentunya akan sangat sulit. “Guru sebagai agen perubahan harus mampu turut membantu merubah main set masyarakat dan menjadikan masyarakat yang terdidik. Caranya, jadilah guru terbaik bagi anak didik kita,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.

Hal senada juga disampaikan Ketua PGRI NTB Yusuf. Menurutnya, tantangan guru era sekarang ini tidaknya hanya soal kinerja. Tetapi juga kualitas dan kompetensi. Untuk itu penting bagi para guru, khususnya guru di NTB untuk meningkatkan kinerja dan kualitas kompetensinya. Supaya bisa mewujudkan cita-cita mewujudkan masyarakat yang terdidik.

“Guru (di Lombok Tengah) tidak boleh berhenti meningkatkan kinerjan dan kualitas kompetensinya. Terutama kualitas kompetensinya harus terus didorong. Apakah itu secara mandiri atau dengan dukungan program dari pemerintah,” tegasnya. (kir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO