spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEMoU KR-BNN Ditandatangani, Gubernur Iqbal: Bukan Hanya Bekerja Sama, Tapi Ditakdirkan Bekerja...

MoU KR-BNN Ditandatangani, Gubernur Iqbal: Bukan Hanya Bekerja Sama, Tapi Ditakdirkan Bekerja Sama

Praya (Suara NTB) – Kepala daerah tiga provinsi yang dulu tergabung dalam Sunda Kecil (Bali, NTB dan NTT) kembali menegaskan komitmen mereka dalam membangun kerja sama di tingkat regional. Setelah sebelumnya melakukan pertemuan di Bali, 3 November 2025, tiga gubernur, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, kembali menggelar pertemuan di kawasan Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Selasa (25/11/2025).

Pertemuan di sirkuit kebanggaan warga NTB dan Indonesia ini merupakan permintaan khusus dari Gubernur Bali I Wayan Koster saat pertemuan pertama di Bali, 3 November lalu.

Dalam sambutan penerimaannya, Gubernur NTB menyebut, tiga provinsi ini sudah memiliki hubungan yang baik dan erat. Menurutnya, ketiga provinsi bukan hanya bekerja sama tetapi ditakdirkan bekerja sama. Karena secara latar belakang memiliki banyak kesamaan, baik secara historis, sosiologis, demografis, ekologi hingga geologis.

‘’Secara historis dulu ada yang namanya Sunda Kecil zaman dulu. Jadi Sunda Kecil itu adalah ‘’kami bertiga’’ dan kalau lihat di dalam peta ini ini satu sama lain tidak terpisahkan. Yang berbeda di kami hanya agama mayoritasnya. Tapi perbedaan ini tidak kami rasakan sebagai sebagai beban, tapi justru sebagai kekayaan,’’ ungkapnya di hadapan peserta dari perwakilan tiga provinsi, Bali, NTT, NTB, perwakilan BUMN/BUMD di NTB dan dunia usaha.

Gubernur mengakui, dalam beberapa pembicaraan yang dilakukan, menemukan bahwa ketiga provinsi ini ingin membangun ekonomi hijau selalu bicara mengenai lingkungan. Apalagi tiga daerah ini terdiri dari banyak pulau-pulau kecil, sehingga jika tidak terkendali dan tidak dimitigasi, maka dikhawatirkan dampak negatif akan terjadi di masa mendatang.

‘’Kami juga punya kesamaan visi mengenai ekonomi biru atau blue economy gitu. Karena kami ini kepulauan dan laut kekayaan kami adalah laut, sehingga laut harus kami jaga karena inilah yang menjadi salah satu offering kami untuk pariwisata. Dan dari sinilah kami hidup dengan ikan dengan hasil laut jadi ini kesamaan visi ini makin makin meyakinkan kami bahwa kerja sama antara tiga saudara Ini adalah sebuah takdir,’’ tambahnya.

Dua minggu lalu, ungkapnya, dirinya bertemu dengan beberapa duta besar negara sahabat di Jakarta, seperti dari Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Belanda, Australia, New Zealand dan beberapa lainnya. ‘’Kami sampaikan kami ceritakan mengenai rencana kerjasama 3 provinsi ini. Dan sambutannya luar biasa. Mereka melihat bahwa ini adalah sebuah arah yang tepat yang dilakukan oleh kepemimpinan di tiga provinsi ini,’’ terangnya.

Gubernur NTB juga menyampaikan pada pertemuan pertama ada klaster yang disepakati. Klaster 1 adalah integrasi atau integration operation atau kerja sama pada tiga kelompok, yakni pariwisata, energi dan konektivitas.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dalam sesi jumpa pers, menegaskan, jika penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Regional Bali, NTB dan NTT (KR BNN) merupakan salah satu cara memperkuat kerja sama tiga provinsi yang dulunya tergabung dalam gugusan Sunda Kecil.

Dijelaskannya, setelah MoU di Sirkuit Mandalika dilakukan, akan dilaksanakan pertemuan lanjutan pada tanggal 22 Desember, di Labuan Bajo, NTT. Untuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sehingga pada tahun 2026 kerja sama tersebut telah dimulai. Terutama, pada lima bidang, di antaranya pariwisata, energi, konektivitas, perdagangan dan ekspor impor.

Senada dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menjelaskan, kerja sama tiga provinsi ini adalah untuk melanjutkan pertautan sejarah mengenai lahirnya Sunda Kecil pada 14 Agustus tahun 1958. Karena itu, Gubernur Bali merespons positif kerja sama tiga provinsi, untuk melanjutkan dan menjaga hubungan historis tersebut.

“Hari ini (kemarin), kita MoU di bidang pariwisata, perhubungan, energi terbarukan, ekspor impor dan perdagangan,” katanya.

Menurut Koster, kelanjutan kerja sama antar NTB, Bali dan NTT akan dilanjutkan lebih detil lagi pada tanggal 22 Desember di Labuhan Bajo, Provinsi NTT. Utamanya, bagaimana kerja sama tersebut akan mampu menjadi sebuah skema ekonomi yang menguntungkan tiga provinsi.

“Jadi Sunda Kecil itu adalah kami bertiga. Dan kalau lihat di dalam peta, ini satu sama lain tidak terpisahkan. Kerja sama ini melanjutkan sejarah dengan detilnya kita tuntaskan di Labuhan Bajo,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, antara tiga provinsi memiliki perbedaan warna pemimpinnya. Namun jika untuk kepentingan rakyat, maka perbedaan warna politik, dipastikan akan ditanggalkan. Sementara Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menegaskan penandatanganan MoU ini, merupakan langkah maju terkait rumah yang akan dijadikan kerja sama antar tiga provinsi tetangga tersebut.

Karena itu, pertemuan ini agak sedikit berbeda dari pertemuan di Bali sebelumnya. Sebab sejumlah pelaku usaha, mulai Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Daya Anagata Nusantara (Danantara) ikut hadir di dalamnya.

“Pertemuan di Mandalika ini adalah langkah maju kita bertiga (NTB, NTT dan Bali). Maka, kenapa agak ramai, ini karena kami ingin langsung aksi dengan semua program jelas menguntungkan. Tapi, untuk detilnya kita bahas di NTT,” katanya.

Ia menambahkan pertemuan di Sirkuit Mandalika memiliki sebuah arti, yakni tiga provinsi Sunda Kecil siap lari kencang mengejar ketertinggalan dari wilayah lainnya di Indonesia.

“Provinsi NTB, NTT dan Bali, siap berlari sesuai arahan dan niatan Presiden Prabowo untuk memulai kebangkitan ekonomi Indonesia dimulai dari Sunda Kecil,” katanya.

Dalam pertemuan ini hadir bupati/wali kota di NTB, perwakilan masing-masing tiga provinsi termasuk perwakilan asosiasi pengusaha, BUMD, BUMN dan Managing Director Danantara Rohan Hafas. (ham)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO