Mataram (Suara NTB) – Jumlah penerima bantuan pangan cadangan dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog di Kota Mataram mengalami penurunan pada alokasi terbaru. Jika pada periode Agustus–September 2025 tercatat sebanyak 31.167 Kelompok Penerima Manfaat (KPM), maka pada alokasi Oktober–November 2025 jumlahnya berkurang menjadi 31.046 KPM, atau berkurang 121 penerima. Pengurangan ini dilakukan setelah pemerintah pusat melakukan validasi dan verifikasi ulang data.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Sudirman, menjelaskan bahwa pembaruan data penerima dilakukan melalui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Sistem tersebut dimiliki pemerintah pusat sebagai acuan resmi dalam penentuan warga yang berhak menerima bantuan.
“Perubahan data ini hasil verifikasi langsung dari pusat melalui DTSN. Dari total 31.046 penerima pada alokasi Oktober–November, ada pengurangan 121 KPM dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya, Senin, 24 November 2025.
Ia menambahkan bahwa Pemkot Mataram melalui camat dan lurah sebenarnya telah mengajukan data sebanyak mungkin berdasarkan kondisi masyarakat di lapangan. Namun hasil akhir tetap mengacu pada verifikasi pusat, sehingga beberapa data yang tidak memenuhi kriteria dikeluarkan dari daftar penerima.
Meski demikian, Sudirman menegaskan bahwa jumlah KPM dapat berubah kembali pada alokasi berikutnya, tergantung hasil pembaruan data dan evaluasi di lapangan. “Data ini dinamis. Bisa saja bertambah atau berkurang pada periode selanjutnya,” katanya.
Sementara itu, penyaluran bantuan pangan berupa 620,920 kilogram beras dan 124,184 liter minyak goreng telah diluncurkan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, pada Senin (24/11/2025). Distribusi awal difokuskan untuk Kecamatan Selaparang, meski awalnya turut direncanakan untuk Kecamatan Ampenan.
“Awalnya dua kecamatan, Ampenan dan Selaparang. Namun sesuai informasi dari Bulog, hari ini dimulai dari Selaparang,” jelas Sudirman.
Ia berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi serta menjaga kecukupan pangan keluarga hingga akhir tahun.
Di sisi lain, Sudirman memastikan bahwa stok beras di gudang Bulog Kota Mataram masih dalam kondisi aman. Dengan demikian, apabila Wali Kota Mataram menginstruksikan percepatan atau penambahan distribusi bantuan, Dinas Ketahanan Pangan siap menyalurkannya.
“Stok masih aman. Kami tinggal menunggu persetujuan dari Pak Wali jika ada instruksi penyaluran bantuan tambahan,” pungkasnya. (pan)


