spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURPembahasan APBD 2026 Lotim Sangat Mepet, Wabup Pastikan Tak Kurangi Kualitas Perencanaan

Pembahasan APBD 2026 Lotim Sangat Mepet, Wabup Pastikan Tak Kurangi Kualitas Perencanaan

Selong (Suara NTB) – Pembahasan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Lombok Timur (Lotim) tahun 2026 terbilang sangat singkat. Yakni efektif hanya beberapa hari terakhir sampai batas waktu akhir November 2025 semenjak efektif mulai pembahasan Senin, 24 November 2025.

Wakil Bupati Lotim, H. Muhamad Edwin Hadiwijaya ketika dikonfirmasi Suara NTB usai menyampaikan jawaban eksekutif atas pangdan fraksi pada sidang paripurna, Selasa , 25 November 2025 memastikan meski waktu pembahasan singkat, tidak berpengaruh pada kualitas perencanaan. “Deadline-nya kan tanggal 30 November,” ucapnya.

Itupun diakui merupakan hari Ahad. Sehari sebelumnya merupakan hari Sabtu yang memang bukan merupakan hari kerja. Sehingga memang hanya bisa efektif bisa membahas APBD 2026 bersama dengan legislatif ini hanya tinggal tiga hari, yakni Rabu, Kamis dan Jumat.

Waktu yang singkat ini katanya memang harus dipercepat dan segera ambil keputusan. Menurutnya, pembahasan yang efektif itu minimal dua pekan. Yakni menggodok dengan detail setiap program belanja maupun pendapatan tahun anggaran setiap tahunnya.

Untuk tahapan pembahasan APBD 2026 ini, kata Wabup sudah jauh hari dibahas dalam APBD Perubahan. Di mana, ketika membahas APBD Perubahan ini sudah dapat diketahui besaran Selisih Lebih Penggunaan Anggaran (APBD) belanja tahun anggaran 2024 lalu.

Penetapan perubahan diketahui dilakukan 26 September lalu, sehingga waktu untuk menggodok rencana Angggaran 2026 mendatang sudah terbatas dengan detail juga. “Jadi insya Allah tidak sampai menurunkan kualitas perencanaan kita,” terangnya.

Disampaikan, yang besar dalam dokumen APBD tahun 2026 mendatang ini hanya belanja percepatan pembangunan infrastruktur yang sudah terencana jauh hari sebelumnya. Sisi kualitas  pada perencanaan tahun jamak inilah katanya menjadi inti dalam perencanaan penganggaran belanja tahun depan

Sementara itu, perencanaan anggaran yang lain menurutnya hanya rutinitas belanja biasa dan meneruskan program prioritas pemerintah pusat yang ada di Lotim. Hampir semua OPD rutinitas saja yang berjalan  sekarang. Hal inilah yang membuat pemerintah daerah Kabupaten Lotim mencoba terus menjemput bola program pusat ke daerah. “Kalau program prioritas pusat ke daerah, tinggal kita terima dan terkunci,” demikian imbuhnya. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO