spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBGubernur NTB Dorong Kampus Perkuat Riset Berbasis Masalah Daerah

Gubernur NTB Dorong Kampus Perkuat Riset Berbasis Masalah Daerah

Mataram (Suara NTB) — Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya penguatan riset di perguruan tinggi untuk menjawab persoalan nyata di daerah. Ia menilai konsep kampus berdampak tidak sekadar aktivitas akademik, tetapi bagaimana hasil penelitian mampu memberi solusi konkret bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Konsep kampus berdampak itu berarti kampus melakukan riset yang berkaitan langsung dengan problem di sekitarnya,” ujarnya.

Menurut Gubernur Iqbal, kampus sebagai institusi ilmu pengetahuan seharusnya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memetakan dan menyelesaikan berbagai isu pembangunan. Dengan berada di tengah masyarakat, perguruan tinggi dianggap memiliki perspektif akademik yang dapat memperkuat kebijakan berbasis data.

“Karena kampus ini berada di daerah, maka kampus harus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi permasalahan dan menghadirkan solusi melalui riset yang terarah dan aplikatif,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, selain riset terapan yang dikelola Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab besar untuk memperkuat riset internal. Namun ia menegaskan bahwa riset tersebut tidak boleh hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus membumi dan memberi manfaat langsung bagi pemda maupun masyarakat.
“Supaya riset itu berdampak, maka riset harus sesuai dengan problem Pemda,” tegasnya.

Ia mencontohkan, riset dapat difokuskan pada isu-isu strategis NTB, seperti pengembangan garam, tata kelola air, inovasi pertanian, penguatan UMKM, mitigasi bencana, hingga pengembangan energi terbarukan.

Untuk memperkuat ekosistem riset di daerah, Pemprov NTB menyiapkan kebijakan khusus. Mulai 2026, pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung riset non-kampus. Skema ini ditujukan agar kegiatan penelitian tidak hanya terpusat di perguruan tinggi, tetapi juga tumbuh di luar kampus.

“Kampus sudah punya mekanisme dan sumber pembiayaan sendiri. Karena itu, kami ingin memberi ruang juga bagi anak-anak muda dan kelompok masyarakat yang ingin melakukan riset,” jelasnya.

Menurut Gubernur, kalangan komunitas, organisasi pemuda, hingga kelompok inovator lokal seringkali memiliki ide dan kepekaan terhadap persoalan lapangan, namun minim dukungan pendanaan. Dengan hadirnya skema pembiayaan ini, Pemprov berharap lahir inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan pembangunan NTB.

Gubernur Iqbal menekankan bahwa pemerintah daerah juga membutuhkan masukan ilmiah untuk meningkatkan kualitas kebijakan. Riset dianggap mampu memberikan basis data yang kuat untuk merumuskan program, sekaligus mengurangi pengambilan keputusan yang bersifat spekulatif.

“Riset itu bukan hanya untuk kampus, tapi juga untuk memperkuat arah kebijakan pemerintah daerah. Dengan riset yang tepat, keputusan bisa lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan lebih efisien,” katanya.

Ia berharap hasil riset tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi benar-benar diterapkan dalam program pembangunan.(bul)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO