spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPastikan Normalisasi Sungai Ancar

Pastikan Normalisasi Sungai Ancar

UPAYA pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir dan sedimentasi di wilayah barat Kota Mataram semakin konkret. Pemerintah Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, memastikan program normalisasi Sungai Ancar akan mulai dikerjakan pada 2026 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I bersama Pemerintah Kota Mataram.

Lurah Kekalik Jaya, Syafruddin mengatakan, normalisasi ini menjadi salah satu program prioritas mengingat kondisi Sungai Ancar yang selama ini mengalami pendangkalan dan penyempitan di sejumlah titik. Rencana pengerjaan dimulai dari jembatan di Jalan Majapahit, tepat di depan Kampus Universitas Mataram, hingga jembatan di Jalan Panji Tilar.
“Itu mungkin rencana awal, tetapi bisa saja nantinya bertambah jika diperlukan,” ujarnya, Jumat, 28 November 2025.

Menurut Syafruddin, pemerintah kecamatan sebelumnya telah berkomunikasi dengan BWS Nusa Tenggara I untuk memastikan waktu pelaksanaan. Penetapan 2026 dipilih karena masuk ke dalam agenda kerja balai untuk penanganan sungai strategis di Kota Mataram.

Selain itu, pemerintah kelurahan juga mulai menyiapkan sejumlah langkah teknis, terutama terkait akses masuk alat berat. Jalur utama yang direncanakan adalah melalui jembatan di Jalan Majapahit. Namun, pelaksanaannya tetap akan berkoordinasi dengan warga sekitar guna memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu selama proses pengerjaan berlangsung.
“Karena dikerjakan tahun depan, kemungkinan dalam waktu dekat akan ada pertemuan antara Pak Camat dan pihak BWS untuk sosialisasi kepada warga,” katanya.

Syafruddin menambahkan, salah satu fokus koordinasi dengan masyarakat adalah penataan gudang bahan baku tempe dan tahu yang berada di sekitar bantaran sungai. Pemindahan sementara atau relokasi lokasi usaha tersebut perlu dibahas agar tidak menghambat kegiatan normalisasi.

“Kita ingin penataan ini tidak hanya membersihkan sedimen sungai, tetapi juga mengoptimalkan ruang sungai sehingga lebih tertib dan aman,” ujarnya.

Pemerintah kelurahan berharap proses normalisasi dapat berjalan lancar, mengingat Sungai Ancar merupakan salah satu jalur air yang berperan penting dalam mengalirkan air hujan dari wilayah Kekalik Jaya menuju pusat kota. Dengan normalisasi, risiko banjir di pemukiman penduduk diharapkan dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar aliran sungai. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO