Praya (Suara NTB) – Sebanyak sekitar 500 personel dilibatkan dalam latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) skala penuh yang berlangsung di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) selama akhir pekan kemarin. Latihan skala penuh digelar sebagai upaya menguji sekaligus mengasah kemampuan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan keselamatan penerbangan di area bandara.
Latihan dibagi dalam dua tahap. Pertama latihan table top yang digelar pada Kamis (27/11/2025), berupaya latihan dalam ruang untuk menguji kesiapan terkait perencanaan penanganan kedaruratan. Dilanjutkan dengan latihan lapangan sehari Kemudian
“PKD mencakup satu latihan table top dan tiga latihan lapangan,” sebut General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia kantor cabang Bandara Lombok Aidhil Phillip Julian, dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).
Latihan lapangan diawali dengan airport security exercise yakni penanganan keamanan di bandara. Kemudian penanganan kasus kebakaran atau domestic fire exercise serta full scale exercise berupa penanganan menyuluruh kecelakaan pesawat udara. Di mana seluruh rangkaian latihan telah direncanakan secara komprehensif berdasarkan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara (Airport Emergency Plan) dan Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Programme).
Aidhil mengatakan PKD merupakan wujud komitmen pihaknya dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keselamatan serta keamanan penerbangan khususnya di BIZAM. Dan, tidak hanya kesiapan personel saja yang diuji. Peralatan serta fasilitas operasional dalam merespons keadaan darurat juga turun diuji, untuk memastikan semuanya dalam kondisi siap.
Di setiap fase latihan, semua skenario dirancang menyerupai kondisi riil. Seperti kebakaran hingga kecelakaan pesawat udara. Supaya setiap personel yang terlibat bisa memahami kondisi kedaruratan yang mungkin terjadi. Hal itu penting untuk memastikan semua unsur tetap siap, andal serta responsif dalam menghadapi potensi keadaan darurat kapan pun dibutuhkan. (kir)



