spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBBandara Poto Tano Jalani Proses Kalibrasi, Pemprov Genjot Konektivitas NTB

Bandara Poto Tano Jalani Proses Kalibrasi, Pemprov Genjot Konektivitas NTB

Taliwang (suarantb.com) – Tahapan menuju pengoperasian Bandara Poto Tano saat ini sedang berlangsung. Pada tanggal 19 November lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan proses kalibrasi perdana terhadap bandara yang dibangun oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tersebut.

Informasi mengenai kegiatan kalibrasi bandara Poto Tano itu dibenarkan oleh Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah. Menurut dia, dengan mulai dilakukannya pengujian kelaikan tersebut maka satu langkah lagi, Bandara Poto Tano akan beroperasi. “Kalau pembangunannya sudah dinyatakan selesai tanggal 22 Oktober lalu. Dan kemarin (Rabu, 19 November) sudah diuji,” kata Bupati di sela sambutanya saat acara peringatan Harlah ke-22 KSB, Kamis, 20 November 2025.

Dikatakan Bupati, AMMAN selaku pemilik bandara sangat serius untuk segera mengoperasikan bandara yang terletak di Desa Kiantar itu. Setelah seluruh tahapan pengujian dan mendapat izin operasional dari Kemenhub. AMMAN akan mendaftarkan Bandara Poto Tano untuk mendapat setifikat internasional. Dan dengan predikat internasional tersebut, maka secara otomatis Bandara Poto Tano memiliki kualifikasi mumpuni sebagai salah satu gerbang udara di pulau Sumbawa.
“Dan di bulan-bulan berikutnya, rencananya sudah akan ada maskapai mengawali layanannya,” ungkap Bupati Amar.

Rasa optimis Bupati akan segera beroperasinya Bandara Poto Tano itu, ia sebutkan, bahwa akan ada ujicoba penerbangan langsung dari Jakarta. “Jadi akan mencoba rute penerbangan dari badara Poto Tano ke bandara internasional Halim Perdanakusuma,Jakarta,” urainya seraya menyampaikan nama resmi bandara tersebut. “Namanya Bandara Poto Tano,” sambung Bupati.

Dimulainya operasional Bandara Poto Tano itu, lanjut Bupati Amar akan menjadi pengungkit luar biasa terutama bagi masa depan dunia industri pariwisata daerah. Selama ini kata dia, salah satu persoalan yang dihadapi dunia pariwisata KSB adalah terkait akses yang terbatas.

Ketiadaan bandara sebagai pintu masuk transportasi tercepat, membuat tingkat kunjungan wisatawan ke KSB tidak dapat terdongkrak signifikan. “Pariwisata kita tidak kalah dengan destinasi wisata di daerah lain. Jadi dengan beroperasinya Bandara Poto Tano, maka wisatawan lebih mudah sampai ke sini. Dan kita sampaikan terima kasih kepada AMMAN yang sudah mengusahakan Bandara itu, luar biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemprov NTB menjadikan NTB Connected sebagai program strategis dalam RPJMD 2025–2029. Program ini menjadi motor utama integrasi konektivitas darat, laut, dan udara. Menyatukan Lombok–Sumbawa dalam satu sistem pembangunan yang modern, efisien, dan inklusif.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr.Ir.H.Iswandi, M.Si mengatakan, capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur jalan sebagai penghubung utama antarwilayah.

Saat ini, tingkat kemantapan jalan di Pulau Sumbawa mencapai 55,05 persen. Sedangkan Pulau Lombok mencapai 79,94 persen. Penguatan konektivitas bukan hanya pembangunan fisik. Tetapi juga investasi jangka panjang bagi daya saing daerah.

“Konektivitas adalah kunci percepatan pembangunan. Ketika akses terbuka, ekonomi daerah langsung bergerak. Inilah yang ingin diwujudkan di era Gubernur Iqbal, NTB yang lebih terhubung, lebih cepat berkembang, dan lebih inklusif,” ujarnya, Selasa, 25 November 2025. (bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO