spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaBIMADisnakertrans Bima Masih Data PMI di Hong Kong, Belum Ada Laporan Korban...

Disnakertrans Bima Masih Data PMI di Hong Kong, Belum Ada Laporan Korban dari Bima

Bima (suarantb.com) – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima masih melakukan pendataan terkait kemungkinan adanya pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bima yang terdampak dalam peristiwa kebakaran hebat di Hong Kong, Rabu (26/11/2025).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima, Aries Munandar, melalui Sekretaris Dinas, Muhammad Gunawan, mengatakan pihaknya pertama kali mengetahui informasi kebakaran tersebut melalui media sosial.

“Setelah memperoleh informasi awal, kami langsung berkoordinasi dengan teman-teman di LPSA untuk segera menghubungi KP2MI melalui BP3MI yang ada di Mataram, guna memastikan apakah ada warga Kabupaten Bima yang terdampak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (28/11/2025).

Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan imbauan kepada warga Kabupaten Bima yang berada di Hong Kong, khususnya yang berada di sekitar lokasi kebakaran, agar menjauh dari area kejadian demi keselamatan.

“Kami juga menyampaikan imbauan agar jika ada warga Bima yang berada di lokasi atau dekat dengan titik kebakaran, supaya segera menjauh. Kemudian, koordinasi lanjutan dengan BP3MI terus kami lakukan, jika ada warga Bima yang terdampak agar segera diinformasikan kepada kami,” jelasnya.

Disnakertrans Kabupaten Bima juga berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan penempatan PMI melalui unit pelayanan penempatan (UP3) dan kantor cabang.

“Koordinasi kami dengan teman-teman perusahaan ini lebih kepada imbauan juga, agar para pekerja menjauh dari lokasi kebakaran serta memastikan kondisi PMI binaan mereka,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak Disnakertrans Kabupaten Bima belum menerima laporan resmi adanya PMI asal Bima yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Yang pasti, sampai sekarang kami belum mendapatkan gambaran atau laporan bahwa ada PMI asal Kabupaten Bima yang terdampak. Untuk sementara, belum ada laporan korban dari Bima,” tegasnya.

Disnakertrans Kabupaten Bima menyatakan akan terus memantau perkembangan informasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga diperoleh data yang pasti dan resmi.

Hong Kong merupakan salah satu negara tujuan utama PMI asal Kabupaten Bima, sehingga kabar kebakaran ini menjadi perhatian serius pihaknya. Menurutnya, cukup banyak warga Kabupaten Bima yang bekerja di Hong Kong, khususnya di sektor informal seperti asisten rumah tangga, sehingga potensi adanya warga daerah yang terdampak menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah daerah.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran hebat melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, dan menghanguskan sedikitnya tujuh blok apartemen. Insiden tersebut menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di wilayah tersebut.

Dalam peristiwa itu, dilaporkan sebanyak 44 orang tewas, 45 orang dalam kondisi kritis, 279 orang masih dinyatakan hilang, dan sekitar 900 lainnya terpaksa mengungsi. Saat kebakaran terjadi, sejumlah gedung diketahui sedang dalam tahap renovasi, dengan banyak perancah bambu terpasang di sekeliling bangunan.

Hingga kini, pihak berwenang setempat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Namun, penyelidikan awal menemukan adanya bahan styrofoam di dalam gedung yang diduga mempercepat rambatan api.

Pihak berwenang menyatakan material tersebut membuat api cepat menyebar melalui koridor dan membakar unit-unit apartemen dalam waktu singkat. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO