Sumbawa Besar (suarantb.com) – Bupati Sumbawa Ir. Syarafuddin Jarot terus mengikhtiarkan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) melalui Instruksi Presiden (Inpres), mengingat untuk sementara ini belum ada alokasi anggaran yang disiapkan.
“Di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memang tidak ada anggaran yang disiapkan. Tetapi kami tetap berikhtiar supaya ada Inpres sehingga pembangunan rumah sakit tersebut tetap berlanjut,’’ ujar Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, kepada wartawan, Jumat (28/11).
Jarot meyakinkan, pemerintah akan tetap berusaha supaya pembangunan rumah sakit tersebut tidak terhenti. Karena rumah sakit yang berada di Jalan Garuda sudah tidak lagi memungkinkan untuk terus dikembangkan.
“Kami ikhtiarkan bisa ditangani melalui Inpres. Kalau untuk Inpres masih ada peluang yang bisa dimanfaatkan agar pembangunan rumah sakit ini berlanjut,’’ ujarnya.
Ia juga berharap apa yang diperjuangkan tersebut bisa membuahkan hasil yang baik bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Sumbawa. Bahkan belum lama ini Menteri Kesehatan (Menkes) sudah datang ke Sumbawa untuk melakukan pengecekan lebih lanjut termasuk melalui proposal.
“Pak Menteri sudah datang melihat sendiri ke sini, saya juga sudah ke Kementerian untuk melakukan presentasi terkait kondisi rumah sakit yang eksis saat ini (RSUD jalan Garuda),” sebutnya.
Apalagi kondisi rumah sakit lanjut Jarot tidak bisa lagi dikembangkan. Hal itu terjadi karena berada di lokasi lahan yang sangat sempit sehingga harus dipindahkan ke RSUD yang berada di Sering. “Di RSUD Sering kita punya lahan seluas 9 hektare dan sangat representatif untuk terus dikembangkan cuman anggaran kita yang sangat terbatas,” jelasnya.
Jarot tidak menampik pelayanan yang tidak maksimal yang dilakukan RSUD selama ini karena dianggap terlalu kumuh. Bahkan tidak ada tempat parkir sehingga dianggap sangat representatif untuk terus dikembangkan dan menganggu pelayanan kesehatan.
“Karena kita anggap sangat penting untuk keberlanjutan pembangunan RSUD Sering, sehingga kami berharap pemerintah pusat bisa membantu dengan mengalokasikan anggaran,” ucapnya.
Jarot menyebutkan, untuk menuntaskan pembangunan rumah sakit tersebut, pemerintah masih membutuhkan anggaran sebesar Rp300 miliar. Karena masih ada beberapa gedung yang dibangun termasuk sarana penunjang pelayanan kesehatan ke masyarakat.
“Saat ini progres pembangunan RSUD Sering baru di angka 27 persen di akhir tahun 2025 nanti kita targetkan 37 persen. Kami sangat berharap agar pembangunan tidak terhenti demi pelayanan maksimal ke masyarakat,” tukasnya.
Gubernur Iqbal Optimis RSMA Naik ke Tipe B Tahun Depan
Sementara itu Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal menargetkan peningkatan status RSUD di Pulau Sumbawa, Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) ke tipe B dilakukan tahun 2026 bahkan saat ini proses penambahan ruangan masih terus dilakukan.
“Kunjungan saya ke RSMA untuk memastikan bahwa pembangunan tambahan ruangan termasuk fasilitas untuk naik ke tipe B berjalan baik dan kita harapkan akhir tahun ini semua sudah selesai untuk pekerjaan tersebut,” kata Gubernur Iqbal kepada wartawan di RSMA, Rabu (29/10).
Ia melanjutkan, pemerintah menargetkan di awal tahun depen (2026) RSMA tersebut resmi naik kelas ke tipe B. Termasuk fasilitas tambahan yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan bisa langsung digunakan oleh masyarakat yang ada di pulau Sumbawa.
“Kami berharap dengan baiknya fasilitas penunjang yang ada di RSMA, tidak ada lagi masyarakat di pulau Sumbawa yang dirujuk ke Mataram karena pelayanan kesehatannya sudah lengkap,” ujarnya.
Gubernur Iqbal tidak menampik saat melakukan visitasi ke RSMA masih ada beberapa pekerjaan fisik yang belum rampung. Terkait hal itu, Iqbal meminta kepada Direktur RSMA untuk bekerja maksimal untuk mengejar waktu terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
“Saya bawa Biro PBJ langsung dan kami minta Pak Direktur untuk memastikan terhadap pekerjaan tersebut. Bila perlu ada penambahan tenaga kerja ya ditambah yang penting akhir tahun harus selesai,” ucapnya.
Selain peningkatan status lanjut Gubernur Iqbal, pemerintah juga tetap akan memberikan atensi khusus terhadap beberapa jenis pelayanan kesehatan juga akan ditambah. Karena ada beberapa perawatan yang selama ini tidak ada di RSMA sehingga harus dirujuk ke Mataram dan itu akan menjadi atensi.
“Jadi, semua layanan kesehatan sudah lengkap di sini tidak perlu lagi ada masyarakat di Pulau Sumbawa yang dirujuk ke Mataram. Karena dengan ini semua selesai nanti akan punya kapasitas yang cukup untuk menangani sejumlah penyakit,” tambahnya. (ils)


