spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATDesa di Lingkar Tambang ini Genjot Tiga Sektor untuk Kemandirian Ekonomi Warga

Desa di Lingkar Tambang ini Genjot Tiga Sektor untuk Kemandirian Ekonomi Warga

Taliwang (suarantb.com) – Kepala Desa Pasir Putih, Ahmadi, saat memaparkan capaian dan program prioritas desa yang dipimpinnya. Pemerintah Desa yang ada di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini, terus memaksimalkan program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Meski berada di lingkar perusahaan tambang PT AMNT, Pemdes tetap mendorong program unggulannya secara mandiri untuk perekonomian warganya. ‘’Mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur, ketahanan pangan hingga pariwisata,” kata Ahmadi, Sabtu, 29 November 2025.

Pembangunan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama di desanya. Melalui pembangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang seluruh pembiayaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Program infrastruktur desa adalah pembangunan sekolah PAUD HI. Itu untuk masalah pendidikan terutama usia dini. Kami konsen di itu. Seluruh pembiayaan semua ditanggung APBDes,” jelas Ahmadi.

Sebagai pengetahuan, Desa Pasir Putih memiliki sekitar 800 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar 6 ribu jiwa.

Selain pendidikan, Desa Pasir Putih juga mendapatkan dukungan pembangunan infrastruktur dari APBD Kabupaten, terutama pada peningkatan kualitas jalan desa.

“Dari APBD, yang paling dominan adalah pembangunan jalan hotmix. Masyarakat kami bersyukur sekali atas adanya jalan tersebut,” ujarnya.

Pada sektor ketahanan pangan, Pemdes telah menyalurkan bantuan bagi kelompok tani berupa bibit dan peralatan pertanian.

“Tahun kemarin kami berikan bantuan untuk bibit jagung sama peralatan pertanian ke warga kami yang masuk dalam kelompok tani,” ungkapnya.

Pemdes juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga kategori kemiskinan ekstrem. Dari total 44 warga, kini tersisa 11 penerima BLT yang akan segera disalurkan bantuannya.

Lebih jauh, Ahmadi menuturkan bahwa Desa Pasir Putih sedang mempersiapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru. Desa Pasir Putih menjadi salah satu dari empat desa pariwisata di KSB, dengan potensi unggulan Pantai Pasir Putih.

“Kami sedang melakukan pengembangan pariwisata. Desa Pasir Putih adalah salah satu dari 4 desa pariwisata di Sumbawa Barat. Kami punya Pantai Pasir Putih. Pemdes sudah coba membangun komunikasi dengan Pemda untuk pembebasan lahan,” katanya.

Ia optimistis jika pengembangan pariwisata dapat berjalan sukses, maka ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM akan mengalami pertumbuhan signifikan.

“Jika pengembangan pariwisata ini sukses, UMKM akan bangkit dan perekonomian desa bisa tumbuh baik,” pungkasnya.

Dari sisi dukungan, Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis sesuai arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB.

Kepala Bappeda NTB, Dr.Ir.H.Iswandi mengatakan, RPJMD NTB tahun 2025, dijabarkan dalam tujuh misi pembangunan daerah dengan 10 program unggulan. Di mana di dalamnya terdapat tiga isu prioritas.

Tiga isu prioritas itu adalah pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

“RPJMD ini dihajatkan untuk menjawab segala persoalan yang ada di NTB. Misalnya, tantangan seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan, ketenagakerjaan, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya,” kata Iswandi.

RPJMD NTB tahun 2025-2029 sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. Visi yang akan dicapai adalah “bangkit bersama menuju NTB provinsi kepulauan yang makmur mendunia.”

Selain itu, dukungan dalam RPJMD tersebut juga difokuskan pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan sebagainya.

Pelaksanaan program pembangunan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini diarahkan untuk menjawab target dan indikator RPJMD. Pemerintah memastikan agar kebijakan pembangunan tetap berjalan secara terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“RPJMD menjadi panduan kita bersama dalam melaksanakan program pembangunan. Setiap OPD wajib menyelaraskan kegiatan agar semua sektor bergerak menuju satu arah: kesejahteraan masyarakat NTB,” ujarnya. (r)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO