spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPestaporia : Mulai Lampaq Pesisir dan Bersih Sampah, Dispar Gelar From Sunrise...

Pestaporia : Mulai Lampaq Pesisir dan Bersih Sampah, Dispar Gelar From Sunrise to Sunset Festival 2025

Mataram (Suara NTB) – Kemeriahan Pestaporia di Taman Wisata Loang Baloq, sangat menakjubkan. Berbagai pertunjukan,hiburan serta kuliner tersaji dalam kegiatan bertajuk ‘From Sunrise to Sunset Festival 2025’.

Festival yang digelar Dinas Pariwisata Kota Mataram mulai dari Lampaq Pesisir dan Bersih Sampah menjadi festival hiburan rakyat di penghujung akhir tahun.

Rangkaian kegiatan From Sunrise to Sunset Festival 2025’ dimulai dari senam aerobik, lampaq pesisir (jalan sehat bersih pantai), pengundian doorprize, lomba mewarnai, festival seni budaya pelajar, hiburan dari berbagai talent di Kota Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra menjelaskan, kegiatan From Sunrise to Sunset Festival 2025’ merupakan agenda rutin yang digelar di penghujung akhir tahun. Kegiatan ini menjadi ajang bagi komunitas untuk berkumpul serta menunjukkan kemampuan mereka.

Sejumlah komunitas turut memeriahkan mulai dari paguyuban keris, pecinta reptail, komunitas 30 centimeter taman hias, dan lain sebagainya. “Kita memberikan ruang bagi komunitas untuk berkumpul dan menunjukan karya mereka,” jelasnya ditemui akhir pekan kemarin.

Pestaporia From Sunrise to Sunset Festival 2025 diawali dengan lampaq pesisir sambil membersihkan sampah. Kegiatan ini sesuai dengan tagline Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia “Wonderful Indonesia to Wellness”. Program ini berfokus pada pengembangan destinasi wisata kebugaran, dengan mengombinasikan budaya dan kearifan lokal untuk memberikan pengalaman penyembuhan dan pemulihan. “Jalan sehat dilakukan bersih-bersih pantai,” ujarnya.

Mantan Camat Sekarbela ini menyadari musuh utama pariwisata adalah persoalan sampah. Kegiatan ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar menjaga kebersihan di seluruh destinasi wisata.

Di musim hujan seperti saat ini, kata dia, sampah berserakan di pinggir pantai. Sampah di pinggir pantai sebagai bentuk kelalaian masyarakat baik sengaja dan tidak sengaja membuang sampah ke sungai. Sampah menumpuk ke laut dan dikembalikan lagi oleh laut ke pesisir pantai. “Sampah di destinasi wisata adalah musuh bersama yang harus diperangi,” demikian pesan Cahya. (cem/*).

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO