Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, menegaskan pentingnya peningkatan disiplin dan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama bagi pejabat eselon tinggi. Pernyataan ini disampaikan Bupati dalam apel dengan Korpri di halaman Kantor Bupati Lotim, Senin, 1 Desember 2025.
“Kita butuhkan ASN yang disiplin, faham dengan tupoksinya (tugas pokok dan fungsi). Dalam tugas tidak terjadi tumpang tindih. Kita butuh ASN yang punya kemampuan, komunikasi kuat,” tegas Bupati Haerul, seperti dikutip dari pernyataannya baru-baru ini.
Ia secara khusus menyoroti peran eselon II dalam menjalin jejaring untuk membawa manfaat bagi daerah. “Eselon II harus punya sahabat di kementerian, apakah direktur atau dirjen, yang kemudian bisa bawa anggaran (ke Lotim). Itu namanya pejabat. Kalau pejabat hanya duduk dan tanda tangan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) itu tidak bekerja. Itu orang yang tidak bertanggung jawab namanya,” kritiknya tegas.
Dalam paparannya, Bupati Haerul juga mengungkapkan sejumlah realitas anggaran daerah yang menjadi perhatian. Disebutkannya adanya anggaran yang hilang senilai Rp402 miliar, serta kewajiban daerah untuk membayar iuran BPJS senilai Rp98 miliar. Biaya gaji pegawai mencapai Rp 1,5 triliun per tahun. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lotim masih menanggung utang untuk proyek tahun jamak sebesar Rp250 miliar.
“Kenapa saya berutang? Karena saya ingin percepatan. Utang tiga tahun, terbayar semua 2027,” jelasnya.
Ia juga menyatakan rencana untuk kembali berutang guna membiayai program Penerangan Jalan Umum (PJU) secara masif. “Semua jalan keinginan saya mau saya terangi. Sehingga orang tidak bicara malam dan siang. Kota besar tidak ada siang dan malam karena semua tidak takut soal ancaman keamanan,” ujarnya.
Program Unggulan yang Sedang Dijalankan Bupati Lotim
Di sisi lain, Bupati menyampaikan sejumlah program unggulan yang sedang dijalankan, dengan fokus pada percepatan penangkapan program dari pusat. Salah satu yang paling menonjol adalah Sekolah Unggulan Garuda yang menelan biaya pembangunan hingga Rp 240 miliar.
“Sekolah Garuda dirindukan Lotim karena tidak mau ketinggalan. Yang sekolah di sana adalah anak-anak supercerdas dari tingkat SMP sederajat,” paparnya.
Sekolah ini, menurutnya, akan mengajarkan berbagai bahasa dan bertujuan untuk menyiapkan siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama di luar negeri. “Sekolah Garuda mungkin siswanya anak orang miskin. Ini sekolah rakyat, juga didorong agar benar-benar bisa terbangun di Lotim,” tambah Bupati Haerul. (rus)



