Mataram (suarantb.com) – Anggota DPRD NTB, Lalu Arif Rahman Hakim mendorong kolaborasi pentahelix guna menggerakkan perekonomian di Pulau Sumbawa melalui pengembangan sektor wisata.
‘’Pulau Sumbawa ini sangat menarik dari segi keindahan alam hingga keragaman budaya dan seninya,’’ kata Lalu Arif di Mataram, Minggu, 30 November 2025.
Ia menilai Pulau Sumbawa memiliki keunggulan alam dan budaya, keragaman suku, seni yang menjadi daya tarik dan sangat berpotensi mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bahkan tidak kalah dengan destinasi lain di Indonesia. Hanya saja, dirinya melihat belum dikembangkan secara optimal.
“Penting adanya pentahelix (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media). Kelima unsur ini menjadi mesin sinergi yang diperlukan Sumbawa untuk naik kelas menjadi destinasi unggulan,” ujar anggota Komisi II DPRD NTB Bidang Perekonomian yang meliputi perindustrian, perdagangan, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan, perkebunan, kehutanan dan lingkungan hidup, pengadaan pangan, logistik, koperasi, pariwisata, dunia usaha dan penanaman modal ini.
Lalu Arif, membeberkan sejumlah perencanaan pariwisata yang mengacu pada lima A. Yakni, atraction atau daya tarik wisata, accessibility atau kemudahan akses. Selanjutnya, amenities atau fasilitas penunjang, ancillary services atau kelembagaan, regulasi, dan dukungan dan terakhir activities atau kegiatan yang menghidupkan destinasi.
Selain itu, Miq Arif sapaan karibnya juga memberikan sejumlah rekomendasi konkret yang diperlukan dalam mendorong pariwisata di Pulau Sumbawa. Mulai, penguatan konektivitas, penguatan “branding”, peningkatan kualitas SDM, penguatan UMKM, kalender event budaya dan kolaborasi pentahelix.
“Komitmen bersama ini diperlukan untuk meng-optimalisasi prospek wisata yang ada, demi menciptakan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan berujung pada pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan,” katanya.
Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke NTB dari Januari hingga September 2025 mencapai 1.802.785 orang. Angka tersebut terdiri dari 806.798 wisatawan mancanegara dan 995.988 wisatawan nusantara.
Sementara itu, Pemprov NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.
Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan Agromaritim yang fokusnya untuk membentuk eko sistem industri Agromaritim dari hulu ke hilir. Dukungan diprioritaskan untuk menguatkan swasemenda pangan serta hilirisasi dan industri pengolahan.
“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya. Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Selain pertanian, sektor kelautan juga menjadi fokus. Termasuk pariwisata. Menjadi program unggulan NTB Pariwisata Berkualitas yang arah pengembangannya diintegrasikan dengan pariwisata Bali dan NTT.
Pariwisata NTB terintegrasi dengan pariwisata Bali dan NTT sehingga diperkuat dari sisi konektivitas logistik maupun mobilitas orang atau penumpang. ‘’Dengan demikian standar destinasi yang ada di NTB mesti mengikuti standar-standar yang berlaku secara internasional karena Bali menjadi Hub pariwisata internasional,’’ ujarnya. (r)



