spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAEvaluasi Penanggulangan Stunting, Pemda KLU Ingatkan Pencatatan Digital Pantau Kasus

Evaluasi Penanggulangan Stunting, Pemda KLU Ingatkan Pencatatan Digital Pantau Kasus

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Tim Pemcegahan Percepatan Penanggulangan Stunting (TP3S) melakukan evaluasi implementasi program sepanjang tahun 2025. Wakil Bupati sekaligus Ketua TP3S KLU Kusmalahadi Syamsuri menekankan pentingnya koordinasi kuat semua stakeholder, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat dalam menurunkan angka stunting.

“Inovasi pencatatan dan pelaporan digital diperlukan untuk mempermudah pemantauan kasus stunting. Sinkronisasi dan penyamaan persepsi data antara daerah dan pusat diperlukan untik memastikan akurasi data stunting,” ungkap Kusmalahadi, kemarin.

Dikatakannya, Pemda KLU telah melaksanakan beberapa program pencegahan dan penanggulangan stunting. Pemda melalui OPD terkait menggandeng stakeholder meliputi Perbankan, NGO serta lapisan masyarakat. Sejumlah program telah dilaksanakan seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), memberikan edukasi serta bantuan kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita sebagai sasaran utama program pencegahan dan penurunan stunting

Dirinya optimis, tingkat kesehatan masyarakat akan meningkat seiring waktu. Pasalnya, saat ini KLU menjadi daerah dengan angka penurunan kemiskinan signifikan secara nasional mencapai angka 3,2 persen sebagai bentuk nyata intervensi Pemda KLU dalam menekan angka kemiskinan dalam mensejahterakan masyarakat.

Sementara, Kadis Pengendalian Penduduk, KB PMD KLU, Atmaja Gumbara.,SP., ME., menyatakan stunting merupakan masalah secara global bukan saja terjadi di KLU melainkan daerah-daerah yang lain di Indonesia, menurut data E- PPGBM stunting di KLU mencapai angka 13,57 persen berbanding terbalik dengan data SSGI yang mencapai angka 35,2 persen sebagai atensi seluruh OPD terkait dalam penyamaan sinkronisasi data.

Dirinya berharap, melalui rakor evaluasi TP3S memberikan intervensi serta menjadi momen evaluasi dalam percepatan penurunan stunting di KLU. Dalam rakor tersebut, Pemda juga menyalurkan logistik berdua telur kepada keluarga sasaran stunting.

Di tempat yang sama, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Johari Effendi.,S.Pd menyampaikan bahwa beberapa program utama atau biasa disebut Quick Wins yang diluncurkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kemendukbangda dalam menurunkan angka stunting terus diupayakan dan dilaksanakan di berbagai daerah di Provinsi NTB.

“Upaya penurunan stunting Quick Wins diantaranya gerakan orang tua asuh cegah stunting, gerakan ayah teladan indonesia, taman asuh sayang anak dan program lainya,” ucapnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO