spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMAInovasi KUNCI BAJU ODHA Kota Bima Raih Terbaik 1 Nasional dari Kemenkes...

Inovasi KUNCI BAJU ODHA Kota Bima Raih Terbaik 1 Nasional dari Kemenkes RI

Kota Bima (suarantb.com) – Upaya memperkuat layanan kesehatan bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Bima kembali mendapat pengakuan nasional. Inovasi KUNCI BAJU ODHA yang terintegrasi dengan Aplikasi Halo ODHA! meraih Terbaik 1 Nasional sebagai Inovasi Pemberi Layanan HIV/AIDS pada Masyarakat dari Kementerian Kesehatan RI.

Penghargaan tersebut diberikan pada rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia di Jakarta, pada Senin (1/12/2025). Program ini digagas oleh seorang Jabatan Fungsional pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, Asryadin, S.ST., SKM., M.Si.

KUNCI BAJU ODHA adalah inovasi yang dikembangkan untuk menjawab kesenjangan layanan bagi ODHA yang masih menghadapi hambatan akses, jarak, hingga stigma. Program ini mengusung pendekatan jemput bola, memastikan ODHA tetap mendapatkan pengobatan Antiretroviral (ARV) secara rutin dan menerima dukungan psikososial secara berkelanjutan.

Inovasi tersebut diperkuat dengan integrasi Aplikasi Halo ODHA!, sebuah platform digital yang memfasilitasi komunikasi aman dan rahasia antara ODHA dan tenaga kesehatan. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat berkonsultasi, mendapatkan pengingat terapi ARV, hingga mengakses informasi penting tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

“Inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, di mana akses dan kepatuhan pengobatan ARV sering terhambat oleh stigma dan jarak. Dengan KUNCI BAJU dan Halo ODHA!, kita membawa layanan ke pintu mereka, memastikan mereka merasa didukung dan tidak sendirian,” kata Asryadin, Selasa (2/12/2025).

Dikatakan, bahwa Kemenkes RI menilai program ini tidak hanya inovatif, tetapi juga langsung memberikan dampak terukur. Model kombinasi kunjungan fisik dan pendampingan digital dinilai efektif meningkatkan kepatuhan pengobatan serta mengurangi risiko penularan HIV/AIDS. Pendekatan ini juga dianggap adaptif bagi populasi kunci yang selama ini sulit dijangkau oleh layanan umum.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan peran BRIDA Kota Bima dalam mendorong pemanfaatan riset dan inovasi sebagai solusi masalah kesehatan daerah. Upaya menyederhanakan akses, menjaga kerahasiaan, dan memperluas jangkauan layanan menjadi kekuatan program KUNCI BAJU ODHA.

“Penghargaan ini adalah motivasi. Kami berkomitmen untuk terus menyempurnakan dan memperluas jangkauan KUNCI BAJU dan Aplikasi Halo ODHA!, tidak hanya di Kota Bima, tapi berharap bisa direplikasi secara luas untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia,” pungkas Asryadin.

Penghargaan tingkat nasional ini menegaskan bahwa inovasi berbasis komunitas yang dikembangkan pemerintah daerah mampu memberikan perubahan nyata. Kota Bima menunjukkan bahwa penanganan HIV/AIDS bukan hanya soal layanan medis, tetapi juga keberanian memecahkan stigma dan membuka akses bagi mereka yang selama ini berada di pinggiran layanan kesehatan. (hir)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO