Bima (Suara NTB) – Dua perahu boat pemancing dihantam gelombang tinggi di perairan So Moa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, pada Selasa (2/12/2025). Insiden tersebut menyebabkan kedua perahu tenggelam dan sembilan pemancing tercebur ke laut. Hasil evakuasi tim gabungan menyebutkan delapan orang berhasil diselamatkan, sementara satu pemancing hingga kini masih dalam pencarian.
Kejadian berlangsung saat para pemancing bertolak dari lokasi Dumu menuju spot memancing di So Moa, Karumbu. Saat tiba di perairan tersebut, ombak besar tiba-tiba menghantam perahu hingga terhempas ke tebing dan akhirnya karam.
Dua perahu yang terlibat dalam peristiwa itu adalah Perahu Dirma dan Perahu Ismail dari Desa Rore. Perahu Dirma membawa lima penumpang, yakni H. Arifudin, H. Farid, H. Beko, H. Salahuddin dan H. Mustafa. Sementara itu, Perahu Ismail mengangkut empat orang, yaitu Mahyar, Roys, Syahbudin, dan Syafran.
Kapolsek Langgudu, Iptu Suhailin, mengatakan laporan pertama diterima dari warga setempat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan personel untuk evakuasi dan pencarian. Polisi bersama tim gabungan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelamatan korban.
“Dari insiden ini delapan orang sudah ditemukan selamat dan satu orang hilang dan masih dicari,” kata Suhailin.
Delapan korban tidak mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke darat. Satu korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Roys, warga Kelurahan Penaraga, Kota Bima.
Hingga Rabu (3/12/2025), pencarian masih dilakukan di perairan sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan aparat kepolisian, tim SAR, petugas Pol PP, serta masyarakat setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Langgudu, Herman, mengaku pihaknya terus memantau perkembangan pencarian korban. Namun hingga siang hari ia belum menerima laporan resmi secara lengkap dari tim di lapangan.
“Untuk sementara saya masih menunggu informasi dari intel Pol PP yang mendampingi tim SAR,” katanya.
Polsek Langgudu turut mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pemancing, agar lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Aparat meminta warga tidak memaksakan diri pergi ke laut saat gelombang tinggi dan angin kencang.
Menurut Suhailin, perubahan cuaca yang terjadi secara ekstrem belakangan ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi secara tiba-tiba, sehingga membahayakan aktivitas di laut. “Kami minta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban yang hilang masih terus berlangsung. Aparat berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (hir)


