spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMKomitmen Hasilkan Lulusan Profesional, Stikes Mataram Gelar Wisuda S1 Keperawatan Ke-XXIII dan...

Komitmen Hasilkan Lulusan Profesional, Stikes Mataram Gelar Wisuda S1 Keperawatan Ke-XXIII dan S1 Kebidanan Ke-III

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Mataram menggelar wisuda S1 Keperawatan yang ke-XXIII dan S1 Kebidanan yang ke-III, di Ballroom Rinjani, Hotel Lombok Raya, pada Rabu, 3 Desember 2025. Selain mewisuda, Stikes Mataram juga mengadakan pelantikan profesi Ners ke-XIX dan pendidikan profesi bidan yang pertama.

Ketua Stikes Mataram, Prof. Chairun Nasirin saat mewisuda wisudawan/wisudawati, Rabu, 3 Desember 2025. (Suara NTB/sib)

Pada wisuda kali ini, Stikes Mataram mewisuda sebanyak 256 wisudawan/wisudawati dengan rincian 78 dari lulusan program studi S1 Keperawatan, 78 Profesi Ners, 82 Sarjana (S1) Kebidanan, dan 18 Profesi Pendidikan Bidan.

Kepala LLDikti Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi. (Suara NTB/ist)

Adapun Tema yang diangkat yakni, “Peran Sumberdaya Kesehatan yang Unggul dan Berdampak dengan Ekosistem Kesehatan yang kompetitif: Implementasi ‘Nusacare Vision’ dalam mewujudkan Tenaga kesehatan Profesional Menuju Indonesia Emas 2045″.

Wisudawan/wisudawati Stikes Mataram. (Suara NTB/sib)

Dalam pidatonya, Ketua Stikes Mataram, Prof. Dr. Chairun Nasirin, M.Pd., MARS., mengatakan, ketersediaan sumber daya kesehatan yang berkualitas adalah komponen penting dalam mewujudkan “NusaCare Vision,” yang merupakan Visi Stikes Mataram. NusaCare Vision menjadi landasan bagi pengembangan Institusi yang menghasilkan tenaga kesehatan profesional, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045.

“Melalui visi institusi ini, kami berkomitmen untuk menghasilkan mutu lulusan Stikes Mataram yang kompeten yang tidak hanya unggul, tetapi juga berdaya saing dalam ekosistem kesehatan yang kompetitif,” ujarnya.

Tamu undangan pada acara wisuda Stikes Mataram, Rabu, 3 Desember 2025. (Suara NTB/sib)

Ia menyampaikan, lulusan saat ini telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan semangat yang luar biasa dalam mencapai prestasi tertinggi di almamater Stikes Mataram.

Prof. Chairun juga mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan yang telah ditempuh wisudawan tidaklah mudah. Tidak terhitung berapa banyak hari yang wisudawan gunakan untuk belajar dan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu.

Namun, sambungnya, semua pengorbanan tersebut terbayar dengan pelaksanaan wisuda hari ini. “Anda semua yang diwisuda hari ini adalah simbol harapan masa depan negara dan kekuatan yang siap membawa perubahan positif di dunia kesehatan,” ucapnya

Ketua Yayasan Al-Amin, H. Hadi Suryatno, SE., M.Kes., bersama Kepala Dinkes NTB, Lalu Hamzi Fikri, dan Ketua LLDikti Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi (dari kiri ke kanan). (Suara NTB/ist)

Ia juga mengingatkan alumni lulusan Stikes Mataram memiliki peran penting sebagai tenaga kerja kesehatan profesional yang berada di garis terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan ketulusan hati, dan sikap humanis dalam membantu sesama.

“Perlu diingat bahwa wisuda bukanlah penutup dari proses pembelajaran, melainkan permulaan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan bangsa dan negara,” jelas Prof. Chairun.

Jajaran Senat Stikes Mataram bersama Kepala LLDIKTI VIII dan Kepala Dinkes NTB, Rabu, 3 Desember 2025. (Suara NTB/sib)

“Di sisi lain, Pengetahuan yang anda dapatkan selama proses pembelajaran merupakan pilar cahaya kesuksesan dimasa depan. Oleh karena itu, jadilah sumber inspirasi bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup sehat,” imbuhnya.

Kepada para orang tua/ wali dan keluarga, pihaknya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dalam menyelesaikan studi di Stikes Mataram. Keberhasilan para lulusan hari ini tentunya tidak akan tercapai tanpa Doa dan Pengorbanan Bapak/Ibu serta saudara sekalian.

Capaian Stikes Mataram

Prof. Chairun menuturkan, Stikes Mataram berikut seluruh Prodinya terakreditasi “Baik Sekali”. Stikes Mataram juga telah memiliki Pendidikan Profesi Bidan dan telah meluluskan alumni Nilai Akreditasi Program Studi “Baik Sekali”.

Selain itu, Stikes Mataram juga mendapatkan piagam penghargaan dari LLDIKTI VIII, yakni sebagai Perguruan Tinggi Paling Berkonstribusi dalam Memfasilitasi Sarana dan Prasarana Untuk Menunjang Kegiatan Kemenristek dan LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2024.

Selanjutnya, aktif berkolaborasi skala Internasional dengan PUM Netherlands Senior Expert, dari Windesheim University, tentang kurikulum internasional ilmu keperawatan dan leadership.

Tak hanya itu, kerjasama internasional dengan Boromajonani Nursing College, Thailand, dan setiap tahun di implemtasikan dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen, serta publikasi ilmiah. Lalu, kerja sama internasional dengan University Teknologi Malaysia dan akan menyelenggarakan pendidikan “short course” mengenai kecerdasan buatan bidang kesehatan.

Kolaborasi pengabdian pada masyarakat, publikasi bersama dengan, Fakultas ilmu kesehatan Masyarakat universitas Airlangga Surabaya yang telah berlangsung 2024 hingga saat ini.

Dalam kegiatan INSCO (Indonesian Nursing Student Competion) meraih juara 2 dalam katagori lomba cipta MARS AIPNI. Stikes Mataram, peraih persentase kelulusan tertinggi di Regional X, peringkat 2 dengan kelulusan 89,06 persen pada 2025. “Tahun ini kelulusan untuk Prodi Ilmu Keperawatan mencapai 89 persen dan kelulusan untuk bidan sebesar 100 persen,” sebutnya.

“Marilah kita semua sebagai bagian almamater Stikes Mataram terus berjuang mengharumkan nama baik almamater sebagai pencetak generasi cendikiawan kesehatan profesional yang bermanfaat bagi bangsa dan Negara Indonesia, dan semoga Stikes Mataram selalu dapat meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di masa depan,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara wisuda ini, Kepala LLDIKTI VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, M.Eng, Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinkes NTB, Lalu Hamzi Fikri.

Kepala Dinkes NTB mengatakan, tantangan pada dunia kesehatan ke depan akan semakin kompleks. Penanganan terhadap penyakit menular dan tidak menular, serta penyakit kejiwaan menjadi pekerjaan rumah bagi tenaga-tenaga kesehatan. “Tentunya dituntut buat kita, terutama tenaga kesehatan harus terus meng-update kemampuan kita,” pesannya.

Selain itu, peluang kerja tenaga kesehatan akan semakin terbuka. Ia menjelaskan salah satu peluang kerja itu adalah sebagai cargiver (pengasuh orang usia lanjut) di luar negeri. “Saya yakin, lulusan Stikes ini adalah lulusan-lulusan yang terbaik yang bisa mengisi ruang-ruang itu,” tandasnya. (sib/*)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO