PEMERINTAH Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, terus mengoptimalkan peran tiga pilar kelurahan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Langkah ini dianggap krusial mengingat wilayah tersebut berada di pusat aktivitas Kota Mataram dan menjadi salah satu kawasan dengan mobilitas penduduk paling tinggi, terutama karena banyaknya kos-kosan dan rumah sewa.
Lurah Mataram Barat, Sunarti, menjelaskan bahwa penguatan kamtibmas dilakukan melalui pemaksimalan peran tiga pilar, yaitu Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kepala lingkungan yang didukung oleh RT dan kader kelurahan. Kolaborasi ini bertujuan membangun sistem keamanan yang lebih responsif sekaligus mempercepat penanganan bila ada potensi gangguan ketertiban.
“Kami turun melakukan monitoring bersama para kepala lingkungan ke kos-kosan maupun pondokan. Sekaligus mengimbau para penghuni untuk menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya, Rabu, 3 Desember 2025.
Monitoring tersebut dilakukan secara berkala, terutama di titik-titik yang dinilai rawan. Menurut Sunarti, peningkatan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan beberapa tindak kriminal lainnya menjadi alasan utama kegiatan penguatan kamtibmas digencarkan. Banyak kasus terjadi karena kelengahan penghuni ataupun lemahnya pengawasan di beberapa kos-kosan.
“Di kos-kosan sering kali ada penghuni yang tidak mengenal satu sama lain sehingga memudahkan orang luar masuk. Karena itu kami aktifkan patroli dan edukasi agar mereka lebih waspada,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tindakan kriminal umumnya terjadi karena adanya peluang yang tidak diantisipasi. “Kalau tidak ada peluang, maling tidak bisa melakukan aksinya,” tegas Sunarti.
Sunarti mengungkapkan bahwa salah satu kendala terbesar dalam menjaga keamanan lingkungan kos adalah minimnya peran induk semang atau penanggung jawab kos-kosan. Berdasarkan pendataan kelurahan, sekitar 80 persen kos-kosan tidak memiliki induk semang yang tinggal di lokasi, sehingga pengawasan sering kali longgar.
“Kosnya ada di sini, tapi pemiliknya tidak jelas di mana. Sementara yang ada pemiliknya bisa dihitung,” tuturnya.
Kelurahan mencatat dua wilayah dengan jumlah kos-kosan terbanyak adalah Lingkungan Karang Taruna dan Karang Medain Barat. Tingginya jumlah pendatang di dua lingkungan tersebut membuat potensi kerawanan ikut meningkat.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan tindak kriminal, Kelurahan Mataram Barat juga rutin melakukan razia kos-kosan. Razia tersebut kerap disertai tes urine bekerja sama dengan Puskesmas Mataram dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram. Kegiatan ini bertujuan memastikan lingkungan kos bebas dari penyalahgunaan narkoba yang dapat memicu tindakan kriminal.
Sunarti berharap masyarakat, terutama penghuni kos dan pemilik usaha rumah sewa, dapat lebih proaktif dalam menjaga keamanan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, serta warga menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. (pan)



