Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan arah pembangunan tahun 2026 berdasarkan RPJMD akan difokuskan pada penguatan pelayanan dasar dan pemenuhan program prioritas daerah.
“Seluruh alokasi belanja daerah disusun untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Sekaligus mendukung program strategis nasional,” Kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. H. Budi Presetiyo, kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).
Budi menjelaskan, struktur belanja daerah tahun 2026 dibagi ke beberapa sektor utama, belanja aparatur, belanja jaminan kesehatan, jaminan kerja dan kematian, serta asuransi daerah. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk penguatan pelayanan publik, termasuk operasional pelayanan satu pintu.
“Orientasinya jelas, semua harus kembali pada prioritas RPJMD yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” sebutnya.
Budi melanjutkan, belanja daerah juga akan diarahkan untuk mendukung program hijau lestari, penanggulangan kemiskinan, dan pemenuhan operasional seluruh perangkat daerah. Termasuk juga rangkaian kegiatan dalam Kalender Sumbawa Event untuk mendukung sektor pariwisata.
“Event-event tersebut kita rancang untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Di bidang infrastruktur, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan. Sementara pembangunan jalan baru dilakukan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD), serta skema kontrak multi-years.
“Karena ruang fiskal untuk proyek besar masih terbatas dan diarahkan pada pemeliharaan maupun penguatan akses pendukung sehingga kita akan fokus ke pemeliharaan,” ujarnya.
Pola pembangunan nantinya akan berorientasi pada pelayanan dasar masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat kordinasi dan komunikasi aktif dengan pemerintah pusat untuk menjemput program.
“Fokus utama kita tetap pelayanan publik seperti infrastruktur tetap terbiayai meski hanya pemeliharaan. Untuk peningkatan, tentu kita berharap skema pendanaan dari pusat,” tukasnya. (ils)


