spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWADidukung DPRD, Pemkab Sumbawa Luncurkan Enam Program Berbasis Lingkungan

Didukung DPRD, Pemkab Sumbawa Luncurkan Enam Program Berbasis Lingkungan

Sumbawa Besar (suarantb.com)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa meluncurkan enam program strategis pengelolaan sampah dan penghijauan dalam Festival Adipura, yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Jumat malam, 6 Desember 2025.

Festival Adipura terselenggara atas kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Lembaga Lingkara, serta didukung penuh oleh Wakil Ketua III DPRD Sumbawa, Zulfikar Demitry.

Enam program lingkungan yang diluncurkan meliputi:

1. Satgas Gakum Persampahan-Penegakan hukum dan edukasi masyarakat. Anggotanya terdiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP. Program ini menerapkan sistem reward dan punishment.
– Reward (penghargaan): untuk individu, kelompok, atau komunitas yang berprestasi dalam pengelolaan sampah, seperti memilah sampah dengan baik, mengolah sampah menjadi kompos, atau menjaga kebersihan lingkungan.
– ⁠Punishment (hukuman/denda): bagi pelanggar aturan, misalnya membuang sampah sembarangan, dengan denda Rp 100 ribu per pelanggaran. Jika berulang, akumulasi denda memberikan efek jera yang efektif.
2. Buser (Bus Komposter) – Mengubah sampah organik menjadi kompos untuk penghijauan rumah tangga dan lingkungan sekitar.
3. Bank Sampah & Sedekah Sampah – Mendorong pemilahan sampah bernilai ekonomis; sampah plastik atau organik dapat ditukar dengan uang di Bank Sampah. Program Sedekah Sampah melibatkan 10 sekolah yang menerima bak sampah organik.
4. 100 Bak Sampah – Distribusi bak sampah ke desa dan kecamatan untuk mendukung pemilahan minimal tiga jenis sampah: organik (hijau), plastik/botol (kuning), logam/besi/kaca (merah).
5. Pak Somat & 3R – Mengintegrasikan prinsip Olah Pisah dan Manfaatkan Sampah melalui Reduce, Reuse, Recycle, agar pengelolaan sampah lebih efisien dan berkelanjutan.
6. Pengiriman Perdana Bank Sampah Induk (BSI) – Menjadikan sampah bernilai ekonomis sebagai bagian dari rantai usaha industri lokal, memperkuat keberlanjutan program.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, menegaskan pengelolaan sampah menjadi tantangan besar karena pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi meningkatkan produksi sampah.

“Sebagian besar sampah kita tidak bisa ditampung lagi. Kita harus mampu mengurangi 30 persen sampah dan mengolah 70 persen pada tahun 2025,” ujarnya.

Bupati Jarot menjelaskan bahwa visi awalnya adalah “Sumbawa Hijau dan Lestari”, namun setelah terinspirasi oleh program-program inovatif Lingkara, ia menambahkan unsur Bersih, sehingga menjadi “Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari”.

“Inspirasi dari Lingkara membuat visi ini lebih lengkap dan aplikatif, karena menekankan pengelolaan sampah nyata,” katanya.

Bupati Jarot kembali menekankan pengelolaan lingkungan harus berkelanjutan, termasuk penghijauan dengan tanaman bernilai ekonomis tinggi.

“Kalau kita hanya menanam pohon penghijauan biasa, biasanya habis itu ditebang. Tetapi jika kita menanam tanaman bernilai ekonomis, seperti sengon, kemiri, dan kopi, kemudian diolah menjadi produk industri, penghijauan kita akan lestari sampai anak cucu,” ujarnya.

Bupati Jarot menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak.

“Program ini akan dimulai dari kantor dan rumah pegawai, kemudian diperluas ke seluruh rumah tangga di Kabupaten Sumbawa. Kita semua harus ikut menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Dengan enam program ini, kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Lingkara, diharapkan mendorong masyarakat lebih sadar lingkungan, menumbuhkan inovasi pengelolaan sampah, dan mewujudkan visi Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari.

Sementara itu, Pemprov NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.

Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan Agromaritim yang fokusnya untuk membentuk eko sistem industri Agromaritim dari hulu ke hilir. Dukungan diprioritaskan untuk menguatkan swasemenda pangan serta hilirisasi dan industri pengolahan.

“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita.

Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya. Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO