Mataram (Suara NTB) – Kekurangan guru kembali menjadi sorotan di SLBN 3 Mataram. Sekolah luar biasa ini mengaku kewalahan karena kebutuhan tenaga pendidik, terutama yang berlatar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) masih jauh dari mencukupi.
Kondisi kekurangan guru di SLBN 3 Mataram dinilai sangat memprihatinkan karena langsung berdampak pada kualitas layanan pendidikan.
Kepala SLBN 3 Mataram Muryanto menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya memiliki 87 siswa, namun jumlah rombongan belajar (rombel) mencapai 21 rombel.
Sistem pembelajaran di SLB membuat pembagian kelas harus disesuaikan dengan jenis ketunaan yang berbeda, sehingga kebutuhan guru semakin besar.
“Jadi, sangat mungkin walaupun di sekolah saya misalnya, 87 siswa, tapi rombel-nya ada 21 rombel karena memang jenis ketunaannya berbeda-beda,” jelas Muryanto.
Saat ini, SLBN 3 Mataram hanya memiliki 13 guru kelas. Artinya, masih ada kekurangan 11 guru untuk menutupi kebutuhan 21 rombel tersebut. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan guru vokasi yang juga mendesak.
Karena itu Muryanto, berharap pemerintah segera menambah guru SLB, terutama sarjana PLB agar kualitas pendidikan luar biasa tetap terjaga.
“Kebutuhan guru SLB sampai saat ini sangat kekurangan, terutama guru-guru yang berlatar belakang sarjana PLB,” ujarnya.
Di tengah kondisi kekurangan guru, SLBN 3 Mataram tetap berupaya menyiapkan masa depan siswa. Sekolah telah menginisiasi pendirian kafe sebagai wadah pelatihan wirausaha.
Program ini dirancang untuk membekali keterampilan vokasi agar siap kerja setelah lulus. Muryanto menegaskan, program kemandirian siswa harus berjalan seimbang dengan pemenuhan SDM guru SLB.
Ia berharap penambahan guru dilakukan dalam waktu dekat demi memberikan layanan optimal bagi siswa berkebutuhan khusus. (sib)


