spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Siapkan SK Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Sumbawa Siapkan SK Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa berencana menetapkan status tanggap darurat bencana hidro meteorologi hingga 30 Desember mendatang seiring dengan tingginya intensitas hujan di wilayah setempat.

“Draft SK tanggap daruratnya sudah kita buat untuk kita naikan ke pimpinan daerah untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat kepada Suara NTB, Jumat (5/12/2025).

Dayat melanjutkan, berdasarkan data yang sudah masuk saat ini ada beberapa wilayah yang mulai terdampak bencana hidrometeorologi, baik itu banjir maupun longsor. Terhadap wilayah tersebut pihaknya bersama Inspektorat sudah turun ke lokasi melakukan pengecekan lapangan.

“Kami sudah turun bersama Inspektorat kemarin untuk melakukan kajian dan pengecekan lokasi. Hasil kajian itu sebagai dasar kami melakukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Dayat pun merincikan, data yang sudah masuk saat ini ada kerusakan jembatan di dusun Kerongkeng, kecamatan Empang dan tanggul jebol di Buin Rare di desa Sepayung, Kecamatan Plampang. Buin Rare harus jadi atensi karena masyarakat tinggal di lokasi tersebut hampir setiap tahun selalu terdampak banjir.

“Kalau di Buin Rare memang rutin terjadi banjir setiap musim penghujan. Kami juga masih mengkaji pola penanganan yang dilakukan supaya tidak terulang,” ucapnya.

Selain di lokasi tersebut, di Desa Usar Kecamatan Plampang juga terdampak banjir. Sementara untuk kejadian longsor terjadi di Berora, Lantung Sepukur, Semamung, Raberas, Bukit Tinggi, Kelurahan Pekat, dan Marente di kecamatan Alas.

“Data lokasi tersebut sudah kita lakukan verifikasi bersama teman-teman dari Inspektorat dan diharapkan dalam beberapa minggu kedepan sudah bisa kita lakukan penanganan lebih lanjut jika anggaran tersedia,” ujarnya.

Ia pun meyakinkan, penanganan segera sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Terutama saat puncak musim penghujan karena dikhawatirkan kerusakan yang terjadi saat ini jika dibiarkan kerusakannya akan semakin parah dan anggaran penanganan yang dibutuhkan juga akan semakin besar nantinya.

“Kami berharap kejadian yang sudah kita laporkan ini bisa segera disikapi dan bisa kita tangani. Karena kami khawatir kerusakannya akan semakin parah jika kita biarkan,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO