spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaHEADLINETahun 2025 Kondisi Kesejahteraan NTB Alami Perbaikan, Tingkat Pengangguran Jadi Tantangan

Tahun 2025 Kondisi Kesejahteraan NTB Alami Perbaikan, Tingkat Pengangguran Jadi Tantangan

Mataram (Suara NTB) – Kondisi kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2025 menunjukkan perbaikan. Indikator-indikator utama seperti tingkat kemiskinan, pangsa pekerja formal, dan indeks pembangunan manusia (IPM) kompak mengalami peningkatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Media Update di Sembalun, Lombok Timur, kemarin.
Menurut Hario, penurunan kemiskinan menjadi salah satu capaian penting tahun ini. Per Maret 2025, tingkat kemiskinan NTB berada pada angka 11,78 persen, lebih baik daripada kondisi prapandemi, meski masih berada di atas rata-rata nasional.

“Perbaikan ini menunjukkan penguatan daya beli dan pemulihan ekonomi yang perlahan mengurangi tekanan pada kelompok masyarakat rentan,” ujarnya.

Perbaikan lainnya tampak dari peningkatan pangsa pekerja formal yang mencapai 31,58 persen per Agustus 2025. Peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor industri dan pendidikan mendorong kenaikan ini.

Sementara itu, IPM NTB juga menunjukkan kemajuan. Tahun 2025, IPM NTB tercatat 73,97, atau naik 0,87 poin dari tahun sebelumnya. Kota Mataram menjadi daerah dengan IPM tertinggi, sementara Kabupaten Lombok Utara masih membutuhkan penguatan di berbagai aspek.

“Kenaikan IPM ini tak lepas dari perbaikan pada tiga dimensi pembentuknya,” kata Hario. Harapan hidup meningkat menjadi 72,60 tahun, rata-rata lama sekolah naik menjadi 8,21 tahun, dan pengeluaran riil per kapita tumbuh menjadi Rp11,92 juta.

Meski berada dalam tren positif, NTB belum sepenuhnya lepas dari tekanan. Tingkat pengangguran per Agustus 2025 tercatat meningkat. TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) NTB sebesar 3,06% pada Agustus 2025, naik 0,33% poin dari tahun sebelumnya.Kondisi ini sejalan dengan penurunan pangsa pekerja di sektor pertanian yang merosot hingga -24,01 persen (yoy).

“Namun pelemahan ini relatif tertahan oleh pertumbuhan tenaga kerja di sektor perdagangan, industri, konstruksi, dan pendidikan,” tutur Hario.

Ekonomi NTB Kembali Tumbuh Positif

Selain indikator kesejahteraan, Bank Indonesia juga mencatat perbaikan pada pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2025. Setelah terkontraksi -0,82 persen pada triwulan sebelumnya, ekonomi NTB kembali tumbuh 2,82 persen (yoy).

“Perbaikan ekonomi terutama didorong oleh mulai beroperasinya Precious Metals Refinery (PMR) serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan pariwisata akibat maraknya event nasional maupun internasional,” jelas Hario.

Sektor non-tambang tumbuh impresif 7,86 persen (yoy), tertinggi sejak 2018, menunjukkan kuatnya pemulihan sektor riil. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga serta belanja pemerintah yang meningkat seiring percepatan realisasi bantuan sosial. (ris)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO