spot_img
Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
BerandaHEADLINETahun Depan, Bank NTB Syariah akan Sediakan KUR

Tahun Depan, Bank NTB Syariah akan Sediakan KUR

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal, memastikan tahun depan Bank NTB Syariah bisa menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu disampaikan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa BUMD tersebut yang dilakukan pada Kamis malam, 4 Desember 2025.

KUR Bank NTB Syariah akan bisa dijadikan opsi oleh para pekerja, seperti Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelaku UMKM, koperasi, dan pelaku perumahan.

“Jadi sudah dapat Insya Allah, kita mulai dari kecil-kecil dulu. Bangun kredibilitas karena kemarin kan kita diblok,” ujarnya, Jumat, 5 Desember 2025.

Menurutnya, di tahun ini Bank NTB Syariah sempat diblokir karena dianggap tidak kredibel. Namun, Pemprov selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) mulai melakukan pembenahan sehingga terbuka ruang untuk BUMD keuangan ini bisa menyalurkan KUR dan pelayanan-pelayanan lain yang memudahkan masyarakat.

Bahkan, lanjutnya Bank NTB Syariah akan menjadi bank pengelola dana Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, NTB mendapat Rp5,7 triliun dari pusat untuk menyalurkan MBG, lebih tinggi dari target APBD tahun yang sama.

“Nah ini kan sayang untuk dilepas, InsyaAllah dalam waktu dekat tanggal 12-13 Kepala MBG akan datang sekaligus menandatangani MoU dengan Bank NTB untuk fokus mengelola itu,” lanjutnya.

Begitu pun dengan permasalahan Informasi Teknologi (IT) yang sempat menyerang bank ini hingga tidak bisa melakukan transfer antar bank. Iqbal mengaku Bank NTB Syariah akan memiliki pejabat khusus untuk penanganan IT. “Kita lagi headhunting, itu nanti mungkin dari salah satu bank-bank digital yang ada,” katanya.

Bahas Rencana Bisnis Satu Tahun ke Depan

Dalam RUPS luar biasa tersebut, para pemegang saham juga membahas soal rencana bisnis bank ini dalam satu tahun ke depan. Iqbal mengatakan, Bank NTB Syariah akan fokus ke usaha retail dan produktif, terutama UMKM. Hal ini bertujuan agar keberadaan Bank NTB Syariah bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

“Saat ini sektor konsumtifnya itu 90 persen. Hanya 10 persen yang produktif. Produktif yang 10 persen itu 80 persennya terkonsentrasi di 25 perusahaan. Hanya dua persen dari 10 persen itu yang ke sektor-sektor real,” jelasnya.

Termasuk juga, sambung Mantan Dubes RI untuk Turki itu akan mendukung program-program pemerintah pusat. Seperti Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, MBG. Dan menyiapkan human capital.

“Karena saya tadi malam sudah menyampaikan kepada BOD (Board of Directors) atau Dewan Direksi yang baru bahwa anda tidak selamanya di sini. Maksimal 4 tahun. Dan setelah itu saya ingin melihat putra-putri NTB sendiri yang akan memimpin Bank NTB,” ungkapnya.

RUPS Luar Biasa Tetapkan Pengurus Baru Bank NTB Syariah

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa Bank NTB Syariah, menetapkan jajaran direksi dan komisaris baru bank pembangunan daerah (BPD) hasil seleksi terbuka beberapa waktu lalu.

“Hasilnya kita sudah tetapkan BOD (Board of Directors) atau Dewan Direksi, komisaris baru sudah ditetapkan, termasuk rencana bisnisnya sudah kita tetapkan,” ungkapnya.

Mereka yang dinyatakan lolos sebagai pengurus Bank NTB Syariah ini sudah melalui berbagai tahapan seleksi, termasuk fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO