spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAKawasan Hutan di Bendungan Beringin Sila Sangat Rawan Dirambah untuk Ditanami Jagung

Kawasan Hutan di Bendungan Beringin Sila Sangat Rawan Dirambah untuk Ditanami Jagung

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Puncak Ngengas Brang Rea mencatat total luas lahan yang sudah dirambah masyarakat di kawasan hutan industri terbatas di Bendungan Beringin Sila mencapai 11,64 hektare.

“Beringin Sila ini statusnya kawasan hutan produksi terbatas dengan jumlah masyarakat yang menggarap lokasi tersebut mencapai 31 Kepala Keluarga (KK),’’ ujar Kepala BKPH Puncak Ngengas Brang Rea, Sirajudin kepada Suara NTB, Senin, 8 Desember 2025.

Lokasi yang sudah dirambah tersebut lanjut Sira, didominasi untuk penanaman jagung terutama di Ai Papang. Pihaknya pun sudah menyiapkan opsi penanganan lebih lanjut terhadap areal kawasan hutan yang terbuka salah satunya penanaman dengan pohon keras.

“Yang terbuka itu dirambah oleh masyarakat untuk tanaman jagung. Kami juga akan melakukan upaya persuasif kepada masyarakat dan penanaman kembali,” ujarnya.

Ia pun tidak menampik secara keseluruhan kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan BKPH Puncak Ngengas Brang Rea masih dalam kategori hijau. Meskipun ada beberapa titik yang mulai kritis terutama kaitannya dengan alih fungsi lahan untuk tanaman jagung.

“Masih dalam kondisi amanlah untuk wilayah kawasan hutan kita dan masih banyak yang utuh untuk fungsi kawasan hutannya. Kami juga akan tetap memberikan atensi khusus,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, ada beberapa kawasan hutan yang dianggap sangat rawan terjadi perambahan terutama untuk tanaman jagung. Tetapi dengan pola komunikasi yang baik dan upaya pembinaan hal yang tidak diinginkan bisa ditekan.

“Kawasan yang masih rawan tetap menjadi atensi kami supaya tidak terjadi perambahan. Patroli rutin juga terus kami lakukan di samping upaya sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, memastikan akan memberikan atensi khusus terhadap persoalan kerusakan hutan di Sumbawa. Hal tersebut dilakukan sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan salah satunya banjir dan longsor.

“Persolaan ini tetap menjadi atensi kami untuk menekan terjadinya kerusakan hutan di Sumbawa,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Beringin Sila ini dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp1,8 triliun sama dengan APBD Sumbawa. Dengan adanya kerusakan hutan yang terjadi saat ini dikhawatirkan akan mempersingkat usia bendungan.

“Beringin Sila ini harus kita jaga sehingga bisa memberikan manfaat dalam rentan waktu yang cukup lama. Jika hutan ini rusak maka akan berdampak terjadinya sedimentasi yang mempersingkat usia bendungan,’’ katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi NTB dalam menangani isu terkait hutan dan sampah.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemprov NTB akan menerapkan kebijakan yang berwawasan lingkungan.

Kebijakan ini akan diintegrasikan ke dalam setiap program yang akan dilaksanakan ke depan.“Semua visi misi dan program yang dilakukan Pemprov NTB harus berwawasan lingkungan, terutama urusan hutan dan sampah,” katanya dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.
Terkait kerusakan hutan, Gubernur Iqbal mengatakan harus segera diatasi. Satu satunya langkah paling efektif yakni melakukan penanaman pohon.’’Penanaman pohon akan membuat lingkungan jadi baik, air bersih bertambah, oksigen tersedia, dan bisa mencegah banjir dan longsor,’’ ujarnya. (ils).

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO