Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Disdamkartan) mencatat hingga bulan Desember jumlah kasus kebakaran di Sumbawa mencapai 121 kejadian dengan total kerugian sebesar Rp12 miliar.
“Kalau untuk bencana kebakaran ada 121 kejadian, sementara di penyelamatan ada 196 kasus. Jumlah kasus tahun ini cenderung turun dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Dinas Damkartan kepada Suara NTB, melalui Kabid Operasi Syahruddin Fachri, Senin (8/12/2025).
Fahri melanjutkan, berdasarkan hasil perhitungan diketahui akibat musibah tersebut kerugian material mencapai Rp12 miliar. Selain kerugian material di tahun ini (2025) ada dua kasus kebakaran yang menimbulkan korban jiwa di desa Pelat dan Kecamatan Alas Barat.
“Kalau dari segi jumlah kejadian, tahun ini cenderung turun dibandingkan tahun lalu. Sebab musim kemarau kita cenderung sedikit untuk tahun ini,” ucapnya.
Dia pun meyakinkan, bahwa hasil investigasi pascakebakaran rata-rata musibah tersebut terjadi karena faktor kelalaian dari pemilik rumah. Bahkan di salah satu rumah, pihaknya menemukan adanya kipas angin yang dibiarkan menyala sehingga terbakar.
“Rata-rata kebakaran terjadi karena pemilik rumah yang lalai, apalagi Sumbawa saat ini masuk dalam dasarian kedua musim kemarau,” sebutnya.
Ia juga mengimbau masyarakat sebelum meninggalkan rumah harus memastikan dalam kondisi aman. Pastikan semua kelistrikan aman dan tidak ada yang rusak, hal itu dilakukan untuk menekan terjadinya bencana kebakaran.
“Pastikan dulu rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, sehingga hal yang tidak diinginkan bisa ditekan apalagi saat ini musim kemarau,” tambahnya.
Selain itu, peremajaan instalasi kelistrikan juga harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran yang lebih fatal. Karena jika dibiarkan dikhawatirkan akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran.
“Kita harus waspada kemungkinan yang akan terjadi dengan tetap melakukan pengecekan secara intensif terhadap instalasi kelistrikan yang kita miliki,” tukasnya. (ils)


