Mataram (Suara NTB) – Kawasan perkotaan selalu menjadi incaran bagi masyarakat untuk mencari peluang kerja. Kompleksitas persoalan sosial perlu diantisipasi dengan masifnya penduduk urban setiap tahunnya.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mataram, pengurusan administrasi kependudukan baik perpindahan, warga baru, dan lain sebagainya tercatat penambahan penduduk di Kota Mataram mencapai 2.000 jiwa.
Sedangkan, jumlah penduduk Kota Mataram sampai bulan Oktober mencapai 464.556 jiwa. Dengan rincian Kecamatan Ampenan yang memiliki luas wilayah memiliki jumlah penduduk mencapai 94.832 jiwa. Kecamatan Mataram 83.330 jiwa. Kecamatan Cakranegara 73.230 jiwa.
Kecamatan Sekarbela dengan luas dan jumlah kelurahan relatif lebih sedikit memiliki penduduk mencapai 63.256 jiwa. Kecamatan Selaparang memiliki penduduk 77.624 jiwa. Terakhir, Kecamatan Sandubaya memiliki penduduk 72.294 jiwa.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mataram Dr. H. Mansur menjelaskan, jumlah penduduk dapat dilihat dari data kependudukan bersih (DKB). Berdasarkan data sampai bulan Oktober jumlah penduduk Kota Mataram mencapai 464.556 jiwa. Kondisi ini prediksi akan bertambah sampai akhir tahun 2025, karena pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan. “Kami hanya melayani masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan. Datanya itu yang tercatat di kami,” jelasnya.
Masyarakat urban yang tidak tercatat tegas Mansur, bukan ranah dari Dukcapil melainkan kewenangan dari kecamatan maupun kelurahan. “Kalau warga yang tidak terdata bukan ranah kami,” ujarnya.
Mantan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Mataram menyebutkan, berdasarkan PDB bahwa terjadi kenaikan jumlah penduduk di Kota Mataram mencapai 2.000 jiwa.
Masyarakat diimbau untuk mengurus administrasi kependudukan baik perpindahan maupun penerbitan kartu identitas penduduk yang baru. (cem)


