spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATDua Kecamatan di KSB Potensial untuk Budidaya Pertambakan Udang

Dua Kecamatan di KSB Potensial untuk Budidaya Pertambakan Udang

Taliwang (suarantb.com) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan, potensi pengembangan tambak budidaya udang vaname di wilayah ini masih sangat besar. Ada dua wilayah kecamatan yang memiliki potensi untuk kegiatan pertambakan udang yang sejauh ini belum digarap.

“Lahannya masih ada. Jadi bisa kami sampaikan masih bisa pengembangan untuk tambak (udang),” kata kepala Dinas Perikanan KSB, Noto Karyono, belum lama ini.
Noto menyebut, dua wilayah kecamatan yang memiliki potensi untuk kegiatan pertambakan udang yang sejauh ini belum digarap. Pertama di sekitar Pantai Balad, Kecamatan Taliwang dan di Desa Dasan Anyar dan sekitarnya di Kecamatan Jereweh. “Data kami di dua lokasi itu luasnya bisa mencapai 200 hektar,” bebernya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kecamatan Poto Tano menjadi wilayah yang paling banyak digarap oleh pembudidaya dan pengusaha tambak udang vaname. Namun menurut Noto, seiring dengan terus mulai gencarnya investasi pariwisata di Kecamatan Poto Tano, potensi lokasi kegiatan tambak udang harus turut dibatasi. “Makanya kita geser ke Balad dan ke Jereweh,” katanya.

Potensi yang dimiliki KSB itu nampaknya menjadi pertimbangan Bupati, H. Amar Nurmansyah untuk mengembakan kluster perekonomian baru di bidang perikanan lewat Program KSB Maju Luar Biasa yang akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Bupati dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan untuk klaster perikanan ia akan memacu pengembangan budidaya tambak udang vaname.

Ditanya mengenai rencana Bupati itu, Noto mengatakan, lahan-lahan yang potensial di Balad dan Dasan Anyar itu sangat dapat dimanfaatkan untuk mendukung program Bupati. “Kami sudah sampaikan ke Pak Bupati bahwa lahan-lahan itu eksisting bisa dimanfaatkan. Tapi apakah maksud Pak Bupati yang itu, kami belum disampaikan recana detailnya. Tapi yang jelas lahan itu siap dikembangkan untuk budidaya udang,” imbuhnya.

Pada bagian lain Noto menyampaikan, kegiatan budidaya udang vaname saat ini sangat ketat. Pengawasan melekat oleh pemerintah pusat harus memastikan seluruh syarat lingkungan kegiatan budidaya harus terpenuhi sebelum beroperasi. “(Tambak) yang ada sekarang kan berada di bawah supervisi KPK langsung. Mereka diharuskan melengkapi semua syarat-syaratnya terurama yang berkaitan dengan lingkungan,” imbuh Noto.

Sementara itu, Pemprov NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.

Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan Agromaritim yang fokusnya untuk membentuk eko sistem industri Agromaritim dari hulu ke hilir. Dukungan diprioritaskan untuk menguatkan swasemenda pangan serta hilirisasi dan industri pengolahan.

“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya. Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya. (bug)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO