spot_img
Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Masih Belum Bisa Penuhi Kuota CPBD

Sumbawa Masih Belum Bisa Penuhi Kuota CPBD

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sumbawa mengaku masih belum bisa memenuhi kuota Cadangan Pangan Beras Pemerintah Daerah (CPBD) dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 185 ton setahun.

“Total cadangan pangan pemerintah saat ini mencapai 18.741, 39 ton dari target yang kita tetapkan sebesar 30 ton. Jumlah itu pun belum sesuai dengan ketentuan pemerintah sebesar 185 ton,” kata Sekretaris DKP, Syaihuddin kepada Suara NTB, Senin (8/12/2025).

Syaihuddin melanjutkan, pada tahun 2026 pihaknya belum mendapatkan alokasi anggaran untuk menambah kuota CPBD dari target yang ditetapkan. Padahal pemenuhan CPBD itu merupakan keharusan yang dilakukan pemerintah dalam menyikapi hal yang tidak diinginkan.

“Seharusnya CPBD kita bisa dipenuhi setiap tahunnya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan salah satunya ketika terjadi bencana dan masalah lainnya,” ucapnya.

Ia meluruskan, CPBD ini tidak hanya bisa dikeluarkan dalam upaya penanggulangan bencana dan keadaan darurat banjir dan kebakaran. Melainkan bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan, stunting dan masalah sosial lainnya termasuk gerakan pangan murah (GPM).

“Di Perbup itu memang ketika terjadi bencana saja, makanya di Perbup yang baru kita akan mencoba menyisir sejumlah daerah yang rentan pangan dan kondisi lainnya,” sebutnya.

Ia pun meyakinkan, CPBD ini juta nantinya akan menyalurkan beras cadangan ke masyarakat ketika terjadi gejolak harga. Salah satunya ketika harga melonjak dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp18.000 per kilogram maka pemerintah akan menyalurkan beras tersebut.

“Jadi, fungsi beras cadangan ini untuk membantu masyarakat, makanya di perubahan Perbup kita akan atur sehingga tidak terjadi gejolak akibat harga yang tinggi,” ujarnya.

Selain itu, beras cadangan pemerintah juga akan dikeluarkan untuk membantu masyarakat terutama ibu hamil dan menyusui. Sehingga mereka tidak lagi khawatir ketika terjadi gejolak harga khususnya beras dan pengeluaran mereka dialihkan untuk kebutuhan yang lainnya.

“Di Perbup itu akan menyisir lebih banyak penerimanya. Sehingga dengan kuota cadangan pangan yang ada saat ini bisa tersalurkan semua dan masyarakat bisa terbantu,” tukasnya. (ils)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO