Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, memastikan sejumlah maskapai membuka rute baru dari dan menuju Lombok mulai pertengahan Desember 2025. Selain meningkatkan keterhubungan antarwilayah, penambahan rute ini diharapkan menekan harga tiket dan memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat.
Ervan di temui di kantor gubernur, Selasa, 9 Desember 2025 mengungkapkan, dua rute baru akan mulai dilayani pada 15 Desember, yakni Bali–Lombok dan Malang–Lombok. Kedua rute tersebut dibuka oleh maskapai Wings Air dan Transnusa.
“Tanggal 15 nanti Bali–Lombok dan Malang–Lombok mulai beroperasi. Dua-duanya rute baru,” ujarnya.
Selain itu, Wings Air juga menambah rute Banyuwangi–Lombok yang mulai terbang pada 21 Desember dengan frekuensi empat kali seminggu. Rute ini, kata Ervan, dibuka untuk mengakomodasi peningkatan arus wisata, terutama jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Banyuwangi itu kuat pasar wisatanya. Dengan direct flight ke Lombok, akses wisatawan makin mudah. Ini juga sejalan dengan keinginan gubernur (L. Iqbal) agar konektivitas langsung ke Lombok semakin banyak,” jelasnya.
Ervan menyebut, bertambahnya operator dan rute baru membuat kompetisi semakin sehat. Dampaknya, harga tiket mulai turun, terutama untuk rute-rute populer.
“Contohnya kemarin rute Bali–Lombok. Waktu hanya Wings yang terbang, tarifnya masih di sekitar Rp1,2 juta. Tapi setelah ada Transnusa masuk, harga yang ditawarkan di bawah satu juta,” kata Ervan.
Menurutnya, semakin banyak pilihan maskapai dan jadwal penerbangan, semakin besar peluang harga tiket menjadi lebih terjangkau.
Pada bagian lain, menghadapi lonjakan mobilitas akhir tahun, Dishub NTB sudah menyiapkan rangkaian langkah pengamanan dan pelayanan transportasi. Rapat internal akan digelar pekan ini untuk memfinalisasi kesiapan sektor transportasi darat, laut, dan udara.
“Kami lakukan ramp check untuk memastikan seluruh kendaraan layak operasi. Pemeriksaan keselamatan menjadi prioritas,” tegas Ervan.
Dishub NTB juga akan membangun pos terpadu di sejumlah simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, dan bandara. Pos ini akan memantau arus perjalanan sekaligus memberikan layanan langsung kepada masyarakat selama periode Nataru 2025/2026. (bul)


