spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIBuka Muswil Dekopinwil, Gubernur Iqbal Dorong NTB Jadi Laboratorium Koperasi Nasional

Buka Muswil Dekopinwil, Gubernur Iqbal Dorong NTB Jadi Laboratorium Koperasi Nasional

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan kembali pentingnya penguatan koperasi sebagai penopang utama perekonomian nasional. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Dekopinwil NTB, yang berlangsung di Aula Kantor Bank NTB Syariah, Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus pusat Dekopin, seluruh koperasi berizin di NTB, pejabat Pemerintah Provinsi NTB, serta para pemangku kepentingan Dekopinwil NTB.

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa semangat ekonomi kerakyatan telah menjadi roh konstitusi Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang menyebut koperasi secara eksplisit dalam Undang-Undang Dasar, penanda pentingnya peran koperasi dalam struktur ekonomi.

“Spirit ekonomi kita itu adalah ekonomi kerakyatan. Hanya di Indonesia, Undang-Undang Dasarnya menyebut kata koperasi. Itu menunjukkan bahwa koperasi adalah soko guru,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan filosofi soko guru dengan merujuk pada arsitektur rumah Joglo, di mana satu tiang utama dapat menjaga bangunan tetap berdiri meski tiang lainnya rusak. Begitu pula dengan perekonomian nasional.

“Kalau koperasi kuat, ekonomi ini tidak akan runtuh. Selama soko gurunya ada, perekonomian tetap hidup. Itu pertahanan terakhir ekonomi kita,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa Presiden Prabowo tengah memberikan perhatian besar terhadap pembesaran populasi koperasi sebagai bagian dari penguatan ketahanan ekonomi berbasis kerakyatan.

Gubernur Iqbal menyampaikan tiga agenda strategis yang ia titipkan untuk dikerjakan pengurus Dekopinwil NTB selama lima tahun ke depan. Diantaranya, Menjadikan NTB sebagai “Laboratorium Koperasi” Nasional. Gubernur Iqbal ingin NTB menjadi daerah percontohan penguatan koperasi di Indonesia, mulai dari tata kelola, inovasi model usaha, hingga ekosistem pendukungnya.

Konsolidasi Kopdes Merah Putih. Menurutnya, koperasi desa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Perlu ada konsolidasi dan pengorganisasian sehingga seluruh Kopdes Merah Putih dapat berkembang bersama dan memiliki daya saing lebih kuat.

Pengembangan Koperasi pada Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Ia meminta agar WPR di NTB dapat dikelola berbasis koperasi untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Iqbal juga menyoroti perlunya perbankan ikut memperkuat koperasi. Ia bahkan mengungkapkan bahwa sebelumnya telah meminta perbankan nasional (Himbara) untuk bekerja sama memperkuat Kopdes Merah Putih, namun belum mendapatkan respons resmi.

“Surat resmi sudah saya kirim, tapi belum ada sambutan. Maka karena Bank NTB Syariah pemegang saham mayoritasnya pemerintah daerah, saya minta Bank NTB yang menjalankan arahan itu,” katanya.

Saat ini, Bank NTB Syariah telah memulai program kerja sama pembiayaan koperasi melalui MoU dengan 34 koperasi, dan ditargetkan meningkat menjadi 50 koperasi dalam satu tahun ke depan melalui program Payora Project. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO