Bima (suarantb.com) – Jalan Lintas Sanggar–Tambora di Desa Oi Saro kembali ambles setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Selasa (9/12/2025) sore. Informasi awal mengenai kondisi kerusakan itu disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bima, Lila Ramadhani Sukendy, melalui akun Instagram resminya.
Dalam unggahan tersebut, Lila menampilkan foto kondisi jalan yang amblas sekaligus memberikan penjelasan tentang karakteristik geologis wilayah Sanggar–Tambora yang membuatnya rentan terhadap amblas dan longsor.
Dalam penjelasannya, Lila menguraikan bahwa tanah vulkanik di wilayah pascaletusan Tambora memiliki struktur yang mudah melemah saat jenuh air. Tanah dengan butiran longgar, porositas tinggi, dan kohesi rendah itu sangat dipengaruhi curah hujan tinggi karena dapat meningkatkan tekanan air pori dan menurunkan kekuatan geser tanah.
“Tanah vulkanik di wilayah Sanggar–Tambora mudah melemah ketika jenuh air. Hujan deras meningkatkan tekanan air pori hingga kekuatan gesernya turun, membuat lereng rentan terhadap pergerakan massa dan potensi longsor,” tulisnya pada Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan, kondisi tersebut diperburuk oleh kemiringan lereng yang curam dan sistem drainase yang terbatas. Lila juga menyampaikan bahwa Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi NTB telah menyiapkan jalur darurat sebagai langkah awal. “Perbaikan permanen akan terus kami advokasikan agar akses masyarakat kembali aman dan layak secepat mungkin,” ungkapnya.
Camat Sanggar, Ahmad, S.H., turut membenarkan amblesnya jalan provinsi tersebut. Kepada Suara NTB, ia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi akibat hujan berintensitas tinggi. “Iya benar, lokasinya di Desa Oi Saro dan jalan provinsi terputus,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Kerusakan ini bukan yang pertama kali terjadi. Sehingga, Ahmad mengatakan bahwa jalur tersebut telah diperbaiki menggunakan alat berat beberapa waktu lalu, namun banjir yang datang pada Selasa sore kembali memperluas kerusakan.
“Sebenarnya sudah diperbaiki dengan alat berat, tapi hujan tinggi menyebabkan banjir dan jalan akhirnya terputus. Itu banjir kemarin sore,” terangnya.
Dampak amblasan langsung terasa bagi pengguna jalan. Arus lalu lintas mengalami kemacetan total karena kendaraan tidak bisa melintasi bagian yang ambles. ‘’Hari ini macet. Sekarang lagi diupayakan diperbaiki,’’ tambahnya.
Ruas Sanggar–Tambora merupakan jalur vital yang menghubungkan dua kecamatan di kaki Tambora. Kerusakan yang terus berulang akibat cuaca ekstrem membuat kebutuhan akan perbaikan permanen semakin mendesak. (hir)



