Sumbawa Besar (suarantb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa mewacanakan akan mendorong Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap II (Kedua) tahun 2025 di Desa Labuhan Sangoro sebagai lokasi budi daya ubur-ubur untuk core bisnisnya.
“Labuhan Sangoro memiliki potensi yang cukup bagus untuk budi daya ubur-ubur dan sektor perikanan sehingga akan kita jadikan core bisnis di bidang itu,” kata Kepala Dislutkan Sumbawa, Rahmat Hidayat, kepada Suara NTB, Rabu, 10 Desember 2025.
Dayat, sapaannya, melanjutkan, untuk pelaksanaan KNMP tahap II di Desa Labuhan Sangoro sudah masuk dalam tahap perencanaan. Ia pun berharap di akhir tahun 2025 proyek tersebut bisa berjalan dengan skema Multi Years Contract (MYC) dan ditargetkan beroperasi di awal tahun 2026.
“Sedang perencanaan untuk saat ini dan kami berharap pelaksanaan proyek pembangunan bisa dilakukan tahun ini (2025) dengan harapan awal tahun 2026 bisa beroperasi,” ucapnya.
Dayat meyakinkan, untuk ketersediaan lahan saat ini sudah tidak ada masalah lagi. Bahkan dari syarat yang dibutuhkan minimal luas setengah hektare, pemerintah menyiapkan lahan 2 hektare sebagai bentuk keseriusan mendapatkan program itu.
“Kesiapan dan posisi lahannya sudah tidak ada masalah lagi, tinggal pelaksanaan kontrak untuk mulai melakukan pekerjaan pembangunan KNMP Labuhan Sangoro,” ujarnya.
Sebelum penetapan Labuhan Sangoro lanjut Dayat, pemerintah sudah mengusulkan sebanyak sembilan desa untuk bisa mendapatkan program KNMP. Namun setelah dilakukan verifikasi dan survei lapangan oleh tim teknis KKP-RI 7 Desa dinilai belum memenuhi syarat.
“Jadi, tahun ini kita sudah bisa mendapatkan dua alokasi untuk KNMP dan kami berharap desa yang kita usulkan bisa mendapatkan program itu di tahun 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan mengusulkan dua desa sebagai lokasi pelaksanaan program KNMP tahap ketiga tahun 2026 mendatang. Dua desa, tersebut yakni Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang dan Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer.
“Kami berharap Sumbawa bisa kembali mendapatkan program itu di tahun 2026 untuk dua desa. Sehingga manfaat dari program tersebut bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” timpalnya.
Sejumlah fasilitas juga nantinya akan dibangun di lokasi KNMP dan akan dikelola oleh koperasi merah putih yang saat ini sudah dibentuk oleh Pemerintah. Sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi di masyarakat wilayah pesisir dan tujuan akhirnya menurunkan angka kemiskinan.
“Tujuan akhir dari program tersebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat desa sekaligus penataan kawasan nya agar tidak terkesan kumuh,” ujarnya.
Kabupaten Sumbawa akan memiliki dua Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP). Satu telah terbentuk di Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, dan satu yang akan masuk dalam tahap dua yaitu di Desa Labuhan Sangoro, Kecamatan Maronge, Sumbawa.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim mengatakan, saat ini telah ada 31 desa dari 40 target kampung nelayan yang akan dibangun di NTB. ‘’Iya ada 40, tapi verifikasi kemarin baru 31,” ujarnya, Selasa, 9 Desember 2025.
Saat ini, sudah ada tiga kampung nelayan merah putih yang terbentuk, salah satunya di Desa Pulau Bungin dan Desa Ekas Buana di Lombok Timur. Pemprov NTB kini tengah menggodok pembentukan KMNP tahap dua, yang akan dibangun di beberapa wilayah NTB seperti Poto Tano Kecamatan KSB, Desa Bintaro Kota Mataram, Desa Labuhan Sangoro di Sumbawa, di Bima dan juga di Dompu.
“Masih dalan tahap verifikasi,’’ ujar Muslim.
Untuk menjadi KMNP, desa harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti lahan minimal 1 hektare, yang kini bisa setengah hektare, harus ada aktivitas ekonomi di desa sasaran, dan surah ada koperasi desa.(ils/era)


