spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBPAUD Prestasi AMMAN, Cetak Guru PAUD Ahli Aplikasi Berpikir Komputasional

PAUD Prestasi AMMAN, Cetak Guru PAUD Ahli Aplikasi Berpikir Komputasional

SEJAK tahun 2023 lalu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menginisiasi program ‘PAUD Prestasi’ (PAUD Berprestasi dengan Berpikir Komputasi). Program ini, setelah dua tahun berjalan, hasilnya perlahan mulai terlihat.

Hal itu dibuktikan dengan terpilihnya empat guru PAUD asal KSB yang berkesempatan terlibat dalam rangkaian pelatihan calon pelatih implementasi berpikir komputasional bagi siswa PAUD bertaraf nasional yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) difasilitasi oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation melalui Pusat Belajar Guru Kudus, AMMAN dan Yayasan INSPIRASI, di Kudus, Jawa Tengah, Oktober 2025 lalu.

Keempat guru PAUD KSB yang terlibat dalam proyek itu bersama sejumlah guru PAUD asal Kudus tersebut, adalah Desy Nofita Sari, S.Pd., Ermawati, S.Pd., Yundia Pratiwi Nengsi, S.Pd., dan Nila Patmaherawati, S.Pd. Mereka kepada awak media pun berkesempatan mengurai pengalamannya selama menjalani kegiatan yang bahkan telah berhasil menyusun modul ajar berjudul “Panduan Mengembangkan Berpikir Komputasional Melalui Pendekatan Pembelajaran di PAUD” itu.

Desy Novita Sari, guru TK Negeri 1 Maluk ini bercerita, tak pernah menyangka dirinya dapat terlibat hingga ke tingkat nasional dari prorgam PAUD Prestasi AMMAN itu. Ia mengaku, saat mengikuti Program PAUD Prestasi AMMAN, harapan terjauhnya, ilmunya tersebut hanya akan diaplikasikannya sendiri terhadap anak-anak didiknya. Tidak kemudian sampai ke tingkat nasional dalam mengenalkan pola pembelajaran dengan pendekatan berpikir komputasional itu kepada seluruh guru PAUD.

“Itu merupakan kebanggaan bagi saya, satu pencapaian luar biasa diberikan kesempatan oleh AMMAN dipercayakan oleh tim Inspirasi untuk memberi perubahan yang berdampak positif,” katanya.

Hal senada diungkap Ernawati. Guru yang sehari-harinya mengajar di TK Negeri 1 Jereweh ini mengaku, berhasil menyusun modul cara belajar berpikir komputasional bersama para guru lainnya seakan seperti mimpi. Terlebih modul itu nantinya akan dapat dijadikan rujukan pola mengajar para guru PAUD se-Indonesia.

“Saya dulu sering ditanya apa sih pekerjaan guru TK hanya ajak siswanya tepuk tangan. Dan sekarang, stigma itu tidak begitu lagi setelah mengikuti kegiatan PAUD Prestasi ini,” cetusnya.

Sementara itu, Nila Patmaherawati punya kesan tersendiri dan bersifat pribadi. Ia mengatakan, sejak dulu ia punya cita-cita bisa berdiri di depan banyak orang untuk sekedar berbagi ilmu bermanfaat yang dimilikinya. Dan lewat program PAUD Prestasi AMMAN, mimpi dan harapannya itu bisa terealisasi. Dapat berada sejajar dengan berbagai orang-orang hebat dan bahkan ilmunya akan diaplikasikan oleh para guru PAUD se Indonesia.

“Saya merasa terharu selama berkegiatan di sana (Kudus), karena ilmu yang saya dapatkan dari program PAUD Prestasi itu bisa saya tularkan ke guru lainnya,” tukas guru TK Negeri 1 Sekongkang ini.

Pengalaman yang sama juga disampaikan Yundia Pratiwi. Guru yang kesehariannya mengajar di TK Negeri 1 Sekongkang ini mengungkap kegembiraan dan rasa harunya dapat terlibat dalam proyek nasional mengajari para guru PAUD dari berbagai daerah mengenai cara mendidik siswa dengan pendekatan berpikir komputasi tersebut.

Ia merasa sangat haru karena dapat terpilih dari ratusan guru mewakili KSB, meski dirinya selama ini masih bersatatus sebagai guru honorer. “Ada 135 guru yang bersaing untuk terlibat dalam kegiatan ini. Dan alhamdulillah, walau saya hanya (guru) honor tapi bisa terpilih. Jadi saya sangat senang sekaligus haru,” imbuhnya.

Terlepas keberhasilan terlibat dalam proyek nasional yang digagas Kemendikdasmen itu, mereka menyatakan, bahwa program PAUD Prestasi yang dilaksanakan oleh AMMAN khusus mengajarkan para guru PAUD menjalankan implementasi berpikir komputasional dalam mengajar sangat baik. Ilmu yang didapatkannya selama ini sudah diaplikasikan di sekolah masing-masing dan menunjukkan perubahan signifikan bagi para anak didiknya.

Berpikir komputasional pada dasarnya mengajarkan siswa untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dan efisien dengan melakukan proses dekomposisi dalam penyelesaian masalah dan pengenalan pola, abstraksi, serta algoritma yang membantu siswa memahami dan menangani tantangan digital.

Menurut Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, program ini dirancang untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pengembangan kemampuan pra-literasi dan pra-numerasi siswa PAUD. Pendekatan berpikir komputasi ini merupakan sebuah metode pemecahan masalah dengan menerapkan prinsip berpikir yang terstruktur sehingga berpotensi untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan analisis dalam memecahkan masalah dan inovasi anak sejak dini.

“Berpikir komputasional juga memungkinkan mengenali masalah di sekitarnya, memahami apa masalahnya dan mengembangkan alternatif solusi yang tepat,” terangnya.

Hingga kini, program PAUD Prestasi telah menjangkau lebih dari 400 peserta seperti kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang tersebar di 29 PAUD (5 PAUD negeri, 22 PAUD swasta, dan 2 Raudhatul Athfal) di tiga Kecamatan di KSB, yakni Sekongkang, Jereweh, dan Maluk.

Menurut Aji, keberhasilan program PAUD Prestasi itu tidak saja kini dirasakan manfaatnya di tingkat lokal KSB. Selain pelibatan guru-guru KSB dalam proyek nasional yang digelar Kemendikdasmen, program itu turut mendapat pengakuan dan perhatian nasional bahkan internasional.

Seperti di tahun 2024, AMMAN meraih dua penghargaan Tamasya Award (Tambang Mensejahterakan Masyarakat) dari Kementrian ESDM untuk implementasi inovasi PAUD Prestasi dan monitoring evaluasi sebagai upaya keberlanjutan, mempresentasikan program tersebut di National University of Singapore (NUS) Singapore hingga menjadi pionir implementasi berpikir komputasional tingkat PAUD. (*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO