Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap peran Muhammadiyah dalam pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan pada peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di Mataram.
Kepala Bakesbangpoldagri NTB, Ruslan Abdul Gani menyatakan betapa besarnya kontribusi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selama lebih dari satu abad, organisasi ini dinilai konsisten berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan sosial.
“Selama 113 tahun berdiri, Muhammadiyah telah menjadi pelopor pembangunan di berbagai bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Muhammadiyah juga menjadi garda terdepan dalam mempromosikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin,” ujarnya, Rabu, 10 Desember 2025.
Komitmen panjang itu disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional, termasuk di NTB. “Mari kita bersinergi dalam membangun daerah ini menuju Nusa Tenggara Barat yang lebih baik,” ajaknya.
Dia menilai, kiprah Muhammadiyah telah memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui jaringan sekolah, rumah sakit, serta berbagai lembaga sosial yang tersebar di daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjalin kolaborasi lebih erat agar setiap program organisasi tersebut dapat berjalan optimal dan berdampak lebih luas.
Ia menekankan, sinergi menjadi kunci menghadirkan NTB yang lebih baik dan berdaya saing. Selain itu, mantan Kepala Biro Hukum itu juga menyoroti pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Pendidikan umum dan ilmu agama dianggap harus berjalan beriringan agar mampu melahirkan karakter generasi yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam konteks ini, peran Muhammadiyah sebagai penggerak pendidikan sekaligus pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamin dinilai sangat relevan.
“Pendidikan formal akan menjadikan generasi kita cerdas. Namun harus diimbangi dengan ilmu agama yang mampu membentuk karakter dan moral generasi muda, sehingga menjadi paket komplit yang dibutuhkan di masa depan,” jelasnya.
Organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah disebut memiliki posisi vital dalam membentuk akhlak dan iman masyarakat, terutama generasi muda. Melalui berbagai kegiatan dakwah dan amal usaha, Muhammadiyah dipandang mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai positif yang mendukung terciptanya masyarakat berkeadaban di NTB.
Memasuki usia ke-113, Ruslan berharap agar Muhammadiyah semakin solid dan kuat dalam menjalankan misi pengabdian. Semangat perjuangan yang selama ini ditanamkan organisasi tersebut diharapkan dapat terus menginspirasi umat untuk berbuat kebaikan dan memberi manfaat bagi sesama.
“Semoga semangat perjuangan yang selama ini didedikasikan dapat terus menginspirasi seluruh umat untuk terus berjalan di jalan Allah dan berbuat kebaikan yang memberi manfaat bagi sesama. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling mendukung dan berkontribusi positif dalam pembangunan Nusa Tenggara Barat yang semakin maju,” tutupnya. (era/*)


