Mataram (suarantb.com) – Kabupaten Sumbawa mendapatkan kuota pengiriman 17 ribu sapi di tahun 2026 nanti. Sapi-sapi ini akan dikirim ke luar NTB seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Jabodetabek), Jawa Barat, Banten, hingga Sulawesi.
Demikian diungkapkan oleh Kabid Penyuluhan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (P3HP) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan), Muhammad Yasin pada Rabu, 10 Desember 2025.
“Kabupaten Sumbawa 17 ribu ekor karena dia punya potensi sapi yang cukup tinggi, Dompu 13.500 ekor, Kabupaten Bima 17.500, Kota Bima 3,3 ribu ekor,” ujarnya.
Secara total keseluruhan se-NTB, provinsi ini mendapat kuota sekitar 52 ribu ekor sapi di tahun ini. Dengan rincian Kabupaten Sumbawa 17 ribu, KSB 200 ekor, Dompu 13.500 ekor, Kabupaten Bima 17.500 ekor, Kota Bima 3.317 ekor, dan Pulau Lombok 1.000 ekor. Daerah penerima tertinggi yaitu Jawa Barat, sejumlah 22 ekor, disusul oleh Jabodetabek.
Meski kuota pengiriman sapi sudah keluar, Muhammad Yasin mengatakan masih ada potensi penurunan pengiriman. Apalagi, hingga kini Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pengiriman itu belum keluar.
Kendati demikian, Disnakkeswan NTB katanya mulai mengambil ancang-ancang untuk melakukan pengiriman. Hanya menunggu Pergub itu terbit yang rencananya di akhir tahun ini.
“Pengalaman tahun 2025, kalau untuk startnya mereka nanti setelah Pergub keluar. Makanya kita ambil ancang-ancang soal supply dan demand di akhir bulan supaya pas awal tahun nanti sudah bisa action,” jelasnya.
Kuota Pengiriman Sapi Alami Peningkatan
Di tahun 2025, Pemprov NTB mendapatkan kuota pengiriman sapi mencapai 40 ribu ekor. Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, H. Ahmad Masyhuri, S.H., menyatakan puluhan ribu sapi NTB itu dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jabodetabek, Jawa Timur, Lampung, bahkan Kalimantan meminta bibit sapi NTB.
Ia menilai, sapi NTB menjadi salah satu ternak yang paling diminati. “Tidak hanya ke Jabodetabek. Ada yang ke Lampung, Sulawesi, Jawa Timur. Tidak satu tujuan, banyak daerah,” jelasnya.
Dengan tingginya permintaan pasar nasional pada sapi NTB, Mashyhuri menilai sektor peternakan NTB menjadi salah satu sektor optimal. Apalagi, NTB termasuk lumbung ternak nasional. “NTB Ranking tiga secara nasional, setelah Jawa Timur, Lampung, terus NTB,” pungkasnya. (era)



