spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBAngka Kematian Bayi di NTB Turun Signifikan

Angka Kematian Bayi di NTB Turun Signifikan

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, memperkuat arah pembangunan kesehatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Salah satunya, penurunan angka kematian bayi.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr.Ir.H.Iswandi, M.Si mengatakan, kualitas pelayanan kesehatan menjadi fokus prioritas. Sebab, menjadi fondasi dari peningkatan kualitas hidup masyarakat NTB dalam lima tahun mendatang.

Menurut Iswandi, penurunan kematian bayi di NTB selama lima dekade terakhir merupakan capaian besar dan signifikan yang akan terus dipertajam dalam RPJMD baru. ‘’Dalam 50 tahun, kita berhasil menurunkan kematian bayi hampir 90 persen. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat indikator kesehatan dasar di RPJMD 2025–2029,’’ ujarnya.

Dalam rentang 1971–2022, angka kematian bayi di NTB turun drastis. Dari 48 per 1.000 kelahiran hidup pada Sensus Penduduk 2010, angkanya menyusut menjadi 24,64 pada Long Form SP 2020.

Penurunan ini akibat meningkatnya cakupan imunisasi lengkap, perbaikan layanan kesehatan ibu dan anak, serta meningkatnya rata-rata pemberian ASI eksklusif. Sejalan dengan itu, jumlah kematian bayi dari tahun ke tahun juga terus mengalami penurunan.

Adapun Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah masih menjadi daerah dengan angka kematian bayi tertinggi, sementara Sumbawa Barat dan Kota Bima mencatat angka terendah.

“Distribusi kasus ini memberikan gambaran wilayah mana yang harus kita intervensi lebih kuat melalui program kesehatan dalam RPJMD mendatang,” tambahnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO