spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARAGanggu Kondusivitas Pariwisata, Warga Gili Meno Usir Sekelompok Orang yang Diduga Datang...

Ganggu Kondusivitas Pariwisata, Warga Gili Meno Usir Sekelompok Orang yang Diduga Datang untuk Demo

Tanjung (Suara NTB) – Kedatangan sekelompok orang ke Gili Meno, Rabu (10/12/2025) lalu, mendapat respons tegas dari warga setempat. Sekelompok orang yang diduga datang untuk melakukan aksi demo kepada salah satu perusahaan yang tengah membangun di Gili Meno, dinilai mencoreng citra pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU). Warga pun mendesak agar persoalan internal sekelompok orang dengan perusahaan bersangkutan diselesaikan di luar pulau.

Kepala Dusun Gili Meno, Masrun, Kamis (11/12/2025) mengungkapkan, ia dan warganya terpaksa menghadangi sekelompok orang yang diduga datang untuk berdemo. Pada posisi ini, pihaknya tidak ingin ikut campur terkait persoalan internal antara massa demo dengan PT. Namun, sebagai penduduk setempat, warga memilih pasang badan dengan menghalau sekelompok orang tersebut. Hingga, sekelompok orang tersebut hanya bisa menjejaki pantai dan kembali ke daratan Lombok.

Dalam video yang beredar, tampak ratusan warga Gili Meno berdebat dengan sejumlah massa di area Pantai Gili Meno. Warga geram karena kedatangan massa menjadi kekhawatiran sekaligus tontotan wisatawan asing. Terlebih ketika salah seorang dari pendemo, berdebat sembari melayangkan telunjuk kepada warga. Beruntung, kejadian tersebut tidak menjurus kepada adu fisik antara warga dengan sekelompok massa tersebut.

“Sebagai aparat Kewilayahan, saya harus menjaga keamanan warga, pengusaha maupun wisatawan asing yang merupakan tamu di Lombok Utara. Jika ada persoalan, sebaiknya diselesaikan antara para pihak tanpa melakukan aksi di Gili,” tegasnya.

Masrun khawatir, aksi demo oleh sekelompok orang dari luar Gili mencoreng pariwisata. Terlebih lagi, momentumnya dilakukan berdekatan dengan high season Natal dan tahun baru.

“Sedikit saja aksi unjuk rasa oleh orang luar, image-nya akan menjalar ke banyak negara. Jika Gili Meno sepi akibat aksi itu, tidak terhitung berapa nilai kerugian pariwisata yang ditimbulkan,” cetusnya.

Ketua LSM Surak Agung, Wira Maya Arnadi, SH., menegaskan pihaknya mendukung langkah warga yang menghalau kedatangan sekelompok orang yang diduga hendak demo. Dukungan tersebut ia lontarkan lantaran aksi yang akan dilakukan tersebut ilegal, atau demo tanpa izin resmi dari Kepolisian.

Saat debat berlangsung, Maya mengaku sedang berada di Gili untuk silaturahmi dengan salah satu anggota keluarganya yang berada di Meno. Melihat aksi sekelompok orang dengan warga, ia tergerak untuk mendatangi kerumunan.

Diakuinya, dirinya juga terlibat untuk menghalau massa guna mencegah terjadinya potensi adu fisik. “Saya bersama dua teman lain, ikut bergabung dengan warga. Tujuan kami sama, tidak ingin kondisi pariwisata yang sudah kondusif tercoreng oleh persoalan perdata antara PT dengan seseorang yang diwakili oleh sekelompok massa tersebut.”

“Kalaupun ada masalah, harusnya diselesaikan secara baik-baik. Jangan sampai ada demo, karena bisa merugikan warga, pengusaha dan Lombok Utara secara umum,” tegasnya.

Dirinya juga meminta, agar persoalan yang terjadi antara BAST dengan seseorang yang diwakili oleh sekelompok massa, diatensi oleh Pemda. Dalam hal ini, ia mendorong Pemda untuk mengatur bahwa selain masyarakat Gili sendiri, tidak boleh ada unsur kelompok lain yang melakukan aksi demo alih-alih untuk membela kepentingan pelayanan publik. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO