spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMJelang Nataru, Stok LPG Dipastikan Aman

Jelang Nataru, Stok LPG Dipastikan Aman

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat Kota Mataram tidak perlu khawatir memenuhi kebutuhan bahan bakar. Pasalnya, stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) dipastikan aman menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT. Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok LPG 3 kilogram menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Ketersediaan dipastikan terpenuhi, karena kuota yang diperoleh Kota Mataram mencapai 18,054 metrik ton atau sekitar 6 juta tabung.

Sementara, realisasi sampai bulan November mencapai 17,360 metrik ton. Sisa kuota 1,957 metrik ton atau sekitar 550 ribu tabung. “Insya Allah, ketersediaan LPG kita masih aman,” terangnya dikonfirmasi Rabu, 10 Desember 2025.

Sisa kuota tabung gas melon akan divalidasi kembali ke PT. Pertamina. Nida menambahkan, skenario pemenuhan LPG 3 kilogram bagi masyarakat akan dibahas bersama PT. Pertamina, Hiswana Migas, dan perwakilan pangkalan.
Meskipun diakui, ketersediaan tabung gas melon di Kota Mataram masih surplus. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi di bulan sebelumnya. “Iya, kita memang surplus tetapi saya belum berapa kebutuhan masyarakat saat nataru ini,” jelasnya.

Harga LPG 3 kilogram dipastikan tidak mengalami kenaikan. Pangkalan maupun agen diingatkan tidak memanfaatkan momen, karena ketersediaan bahan bakar gas ini, masih tersedia di seluruh pangkalan maupun agen.

Ia mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak jelas yang berkembang di media sosial. “HET gas masih sama tidak ada kenaikan,” sebut Nida.

Salah satu warga Kota Mataram, Aulia mengharapkan tidak terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram. Kebutuhan bahan bakar ini, akan meningkat karena tingginya aktifitas masyarakat. Pemerintah diharapkan mengantisipasi supaya tidak terjadi kepanikan yang memicu gejolak harga. “Kalau beli di kios harganya Rp20 ribu-Rp22 ribu,” sebutnya.

Ia tidak mempermasalahkan harga tabung gas melon selama ketersediaan terpenuhi. Daripada harga murah tetapi langka, sehingga masyarakat kesulitan mencari. “Beberapa bulan lalu sempat kesulitan saya pedagang LPG.  Saya baru dapat di Seganteng setelah keliling kesana-kemari,” demikian kata dia. (cem)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO