spot_img
Sabtu, Januari 31, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDorong Percepatan Proyek Sekolah

Dorong Percepatan Proyek Sekolah

KETUA Komisi IV DPRD Kota Mataram, Hj. Zaitun, SH., menyoroti keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan di sejumlah sekolah dan mendesak kontraktor untuk mempercepat pekerjaan agar tidak terjadi pemutusan kontrak. Ia menilai alasan keterlambatan tidak dapat terus dijadikan dalih, karena proyek tersebut menyangkut fasilitas pendidikan yang sangat dibutuhkan siswa.

‘’Menurut penjelasan Sekda, penyebab utama keterlambatan adalah karena kontraktor terlambat memulai pekerjaan. Itu yang menjadi alasan utama, mereka terlambat memulai,” ujarnya kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, Jumat (12/12/2025).

Meski demikian, Zaitun tetap berharap semua pihak dapat mendorong percepatan. Konsultan pengawas diminta mengawasi lebih ketat dan kontraktor diminta menjalankan kewajibannya sesuai jadwal. “Sayang sekali kalau sampai putus kontrak. Kita berharap pekerjaan bisa dikebut,” katanya.

Dia menegaskan bahwa apabila proyek melewati batas waktu yang ditentukan, kontraktor wajib membayar denda. Besarannya adalah satu per seribu dari nilai kontrak per hari. Jika keterlambatan mencapai 20 hari, maka penghitungan denda dilakukan berlapis sesuai ketentuan yang berlaku.

Politisi Partai Golkar ini menilai berbagai alasan seperti tidak adanya tukang atau cuaca buruk tidak dapat dijadikan pembenaran. “Itu tidak bisa menjadi alasan. Kontraktor harus tetap bekerja,” tegasnya.

Zaitun menekankan pentingnya penyelesaian demi keselamatan dan kenyamanan siswa.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini menegaskan bahwa prioritas utama adalah percepatan penyelesaian proyek agar bangunan dapat segera dimanfaatkan. “Kami mendorong proyek cepat selesai agar manfaatnya segera diterima murid,” ujar Zaitun.

Anggota dewan tiga periode ini juga mengingatkan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas belajar siswa sering terganggu dan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, semakin cepat proyek selesai, semakin baik bagi sekolah.

Seperti diketahui, kelima sekolah yang ditender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) belum menunjukkan progres yang sesuai rencana. Proyek tersebut meliputi:
SMPN 17 Mataram – Rp1,5 miliar, dikerjakan CV Pembangun Jaya
SMPN 10 Mataram – Rp1,5 miliar, oleh CV Katik Untung
SDN 44 Ampenan – Rp1,3 miliar, oleh CV Sanggar Mas
SDN 31 Ampenan – Rp1,3 miliar, oleh CV Hutama Bangun Karya
SDN 15 Mataram – Rp2,6 miliar, oleh CV Satir Sarkas. (fit)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO