Taliwang (Suara NTB) – Para penerima bantuan Program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan, khusus bangun baru, ternyata juga turut disediakan pemasangan listrik gratis.
“Kalau tidak ada listriknya, maka otomatis rumah yang baru dibangun itu kita pasangi sumber listriknya juga,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Kepala Bidang Perumahan, Sri Sulastiati.
Ia menjelaskan, program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan secara prinsip adalah upaya pemberintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Karena itu setiap elemen untuk menjadikan rumah masyarakat layak huni diupayakan dipenuhi. “Listrik jadi salah satu poin rumah itu bisa disebut layak kan,” cetus Sulastiati.
Banyak kepala keluarga yang mendapatkan bantuan pembangunan rumah baru sebelunnya tidak memiliki sumber listrik. Sulastiati menyebut, mereka kemudian dimasukkan sebagai penerima pemasangan listrik gratis yang juga menjadi bagian dari Program Kartu KSB Maju Layanan Perumahan. “Jadi persyaratannya sekalian kita satukan. Sehingga mereka mendapat dua layanan sekaligus,” tandasnya.
Dalam layanan pemasangan listrik gratis, warga penerima bantuan juga dapat memperoleh bantuan instalasi listriknya sekaligus. Kata Sulastiati, layanan itu dibuat untuk memastikan sambungan listrik ke rumah warga memenuhi standar teknis kelistrikan. “Jadi faktor keamanannya juga kita utamakan karena kita ingin rumah itu saat ditempati warga benar-benar nyaman,” paparnya.
Pada bagian lain, Sulastiati menyinggung terkait pengawasan layanan perumahan program Kartu KSB Maju ini turut didampingi aparat penegak hukum. Sebagai program unggulan pemerintah KSB, bantuan rumah layak huni ini masuk kategori Program Stategis Daerah (PSD). “Ada kejaksaan yang mendampingi kami. Sehingga kami pastikan semua penerima bantuan benar-benar mendapatkan haknya sesuai yang diatur dalam program itu,” imbuhnya.
Sementara ini proses pembangunan rumah warga baik yang renovasi atau rehabilitasi dan bangun baru terus berjalan di tingkat lapangan. Sulastiati menyatalan, progres setiap rumah warga yang dikerjakan terus pihanya pantau setiap hari. Evaluasi oleh tim pendamping bersama para Agen Gotong Royong (AGR) dilakukan setiap hari sehingga jika ada terdapat masalah dapat segera diselesaikan.
\
“Ada berapa rumah yang kita perkirakan akan dikerjakan melewati tahun ini. Tapi kita berupaya kejar sebelum tutup tahun progresnya sudah di atas 50 persen,” janji Sulastiati. (bug/*)


