spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWAEmpat Sektor Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Tengah

Empat Sektor Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa Tengah

Sumbawa Besar (suarantb.com)Ada empat sektor unggulan yang menjadi motor penggerak ekonomi di Desa Tengah, Kabupaten Sumbawa. Potensi di bidang pertanian, peternakan, kehutanan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mampu mendongkrak pembangunan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tengah, Zaenal Muttaqin menegaskan, keempat sektor tersebut menjadi tumpuan utama warga dalam meningkatkan pendapatan.

“Potensi desa kami masih di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan UMKM,” ujarnya, seperti dilansir sejumlah media, baru-baru ini.

Desa Tengah terus menguatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Warga aktif menanam padi, jagung, dan berbagai komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi.

Hasil panen tersebut mengalir tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan desa, tetapi juga dipasarkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, sektor peternakan berkembang pesat berkat partisipasi masyarakat yang memelihara sapi, kambing, dan ayam sebagai sumber pendapatan tambahan.

Pemerintah desa memperkuat sektor ini melalui program pemberdayaan peternak yang membantu meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga. Di sisi lain, sektor UMKM menjadi pendorong utama tumbuhnya ekonomi kreatif di Desa Tengah.

Warga terus mengembangkan produk lokal, mulai dari makanan olahan hingga hasil pertanian bernilai tambah, dengan semangat kewirausahaan yang kuat. Pemerintah desa ikut mendorong inovasi UMKM, agar mampu bersaing dan memberikan dampak ekonomi lebih luas.

Percepatan Pembangunan
Pemprov NTB pun berkomitmen untuk mendorong pembangunan di sektor pertanian dan sejumlah sektor strategis lainnya, sesuai arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Iswandi mengatakan, RPJMD NTB tahun 2025, dijabarkan dalam tujuh misi pembangunan daerah dengan 10 program unggulan. Di mana di dalamnya terdapat tiga isu prioritas.

Tiga isu prioritas itu adalah pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

“RPJMD ini dihajatkan untuk menjawab segala persoalan yang ada di NTB. Misalnya, tantangan seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan, ketenagakerjaan, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya,” kata Iswandi.

RPJMD NTB tahun 2025-2029 sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. Visi yang akan dicapai adalah “Bangkit bersama menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”.

Selain itu, dukungan dalam RPJMD tersebut juga berfokus kepada sektor infrastruktur, kesehatan, dan sebagainya.

Pelaksanaan program pembangunan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini untuk menjawab target dan indikator RPJMD. Pemerintah memastikan, agar kebijakan pembangunan tetap berjalan secara terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“RPJMD menjadi panduan kita bersama dalam melaksanakan program pembangunan. Setiap OPD wajib menyelaraskan kegiatan agar semua sektor bergerak menuju satu arah: kesejahteraan masyarakat NTB,” ujarnya.

Pada sektor infrastruktur, Pemprov NTB terus mengakselerasi pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi, peningkatan kualitas jembatan, serta memperluas akses konektivitas antarwilayah.

Program ini harapannya mampu memperkuat arus distribusi barang dan jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara pada sektor kesehatan, Pemprov NTB berkomitmen meningkatkan layanan dasar di seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit daerah maupun puskesmas. Pemerintah juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.

Sedangkan pada sektor pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Termasuk program desa berdaya yang menyasar ribuan desa di NTB.

“Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga manusia. Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan RPJMD,” tegasnya. (r)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO